Alokasi akan Ditambah, Petani Diajak Manfaatkan Fasilitas KUR

oleh -194 views

JAKARTA – Tahun 2021 alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2020 target alokasi KUR sebesar Rp 50 triliun, maka di tahun 2021 menjadi 70 triliun. Alokasi dana tersebut menyasar para pelaku usaha dibidang pertanian, baik pelaku usaha kelompok maupun perorangan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa sektor pertanian atau usaha pertanian didorong untuk memanfaatkan fasilitas KUR tersebut. Kementan terus mendorong pemanfaatan KUR untuk pengembangan pertanian.

Dari data yang diperoleh pada tahun 2020 pengembalian dana pinjaman KUR di sektor pertanian cukup sehat bagi sektor perbankan, pasalnya nilai Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hanya 0.6 persen dari total nilai pinjaman KUR.

“Alhamdulilah sampai hari ini NPLnya yang macet di bawah nol koma sekian persen, jadi itu aman”, ujar Mentan Syahrul.

Mentan Syahrul menambahkan tujuan KUR diantaranya untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil dan menengah serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi saat Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 06, Selasa (23/03/2021). Harvick menyampaikan Pemerintah terus mendorong petani dan perusahaan untuk memanfaatkan fasilitasi KUR agar bisa memperbesar skala usahanya. Selain itu, KUR dapat digunakan untuk merevitalisasi alat dan mesin pertanian yang berguna dalam peningkatan efisiensi biaya produksi.

“Di trend terakhir tahun 2019-2020 KUR meningkat sangat tajam, bahkan Presiden telah menargetkan 50 triliun ditahun 2020, ternyata realisasi sampai 55,94 triliun melebihi target 111,88%”, ungkap Harvick.

Strategi transformasi penyerapan KUR tahun 2021 diantaranya melalui media coverage yaitu publikasi terkait sosialisasi bagaimana tata cara pengajuan dan manfaat dari KUR. Hal ini sangat penting untuk membuka wawasan tentang pentingnya KUR bagi budidaya pertanian.

Harvick menjelaskan bahwa target KUR menjadi acuan realisasi bermitra dengan Perbankan dalam pencapaian realisasi dan dashboard KUR dengan membuat sistem pemantauan dan monitoring secara daring sebagai layanan terintegrasi dalam menampilkan data KUR secara komprehensif.

Target KUR 2021 yaitu rakor penetapan target KUR per Eselon I sampai level Kabupaten yang menjadi acuan realisasi bermitra dengan Perbankan dalam pencapaian realisasi dan dashboard KUR. Selain itu KUR saat ini tidak hanya untuk satu komoditi saja, tapi untuk seluruh komoditi yang ada. Yang harus diingat KUR ini bukan pemberian namun harus dikembalikan, tutupnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi juga menambahkan KUR pertanian dialokasikan untuk tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan dengan target KUR 2021 sebesar 70 triliun.
Cakupan area yang akan dialokasikan untuk pendanaan KUR meliputi seluruh petani dan pelaku agribisnis lainnya yang berada di 32 Provinsi seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di bawah naungan regulasi yang sah sesuai dengan landasan hukum dan peraturan pemerintah.

“Pertanian adalah bisnis, salahsatu parameter menjalankan bisnis adalah dengan modal dan pemerintah menyediakan modal melalui KUR dengan bunga rendah,” tegas Dedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *