Bantu Penyediaan Pangan, Petani Kuningan Sukacita Sambut Panen Raya

oleh -192 views

KUNINGAN – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Kuningan Jawa Barat membantu penyediaan pangan. Hal ini dibuktikan dengan panen padi di berbagai kecamatan. Selama Maret  2021, diperkirakan tanaman yang akan dipanen mencapai sekitar 11.000 hektare (ha). Untuk awal Maret, wilayah BPP Kecamatan Kadugede sudah panen di lahan seluas 10 ha, dan masih berlanjut terus.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan Kementerian Pertanian (Kementan). Menurutnya, Kementan yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 267 juta jiwa penduduk Indonesia, telah melakukan banyak langkah konkret untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat.

“Covid ini tantangan yang harus kita hadapi selain kesehatan adalah food security, kelaparan akan jadi tantangan terbesar, untuk itu kita harus mampu mempersiapkan sektor pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

“Kita akan gulirkan stimulan untuk mendukung pertanian dan ganti mesin penggilingan dengan yang baru agar bisa bersaing dan menambah pendapatan. Permodalan bisa dibantu oleh perbankan,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, virus corona memang meluluh lantakkan aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian. Mulai dari sistem produksi hingga distribusi terganggu.

Akibatnya, Dedi menilai mau tidak mau, siap tidak siap, Indonesia harus menyiapkan pangan sendiri, tidak boleh tergantung impor.

“Namun, Indonesia tidak perlu khawatir. Percepatan tanam pun harus dilakukan tanpa henti. Sebagai negara tropis, setiap saat proses pembentukan pangan dapat terus berjalan di Indonesia,” katanya.

Penyuluh dari Dinas Kabupaten Kuningan, Ninik, menjelaskan bahwa BPP Kecamatan Kecamatan Kadugede dipimpin oleh Koordinator BPP, Neni Supriyanti, POPT Anang Supriatna, dan Datis, Hj.  May Marliana.

Sementara penyuluh pendamping Kelompok Tani Mekar Sari, Nurepalina, menyampaikan, dari hasil panen poktan binaannya, rata-rata  produktivitasnya mencapai 6,291 ton GKG/ha.

“Dari lahan sekitar 11.000 ha , jika rata rata provitasnya sama sebesar tersebut, maka yang dipanen di bulan Maret berkisar menghasilkan  69.201 ton GKG. Tentunya sukacita menyelimuti petani binaan,” tuturnya.

Produktivitas sebesar 6,291  menurut salah satu petani   belum memuaskan Karena pengaruh cuaca sehingga OPT sulit dikendalikan. Keinginan petani agar mendapat bantuan benih yg tahan organisme pengganggu tanaman  pada musim hujan. Masalah lain Kec.amatan  Kadugede Lahan sawahnya sdh berkurang karena alih fungsi lahan yg sulit dilarang karena dekat dengan perkotaan.

Yulia, selaku korwilbin Jawa Barat, menilai menilai keberhasilan ini ditentukan juga dari pendampingan.

“Kalau para pendampingnya, baik penyuluh maupun POPT, serius mengawal terus petani binaan, tentu tidak mengherankan kalau hasilnya pun cukup tinggi meskipun di musim hujan begini,” tutur Yulia.(YTS/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *