BPP di Pesawaran Dukung Kostratani dengan Mengikuti PLEK

oleh -150 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//LAMPUNG – Guna memaksimalkan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani, sebanyak 24 petani dari sejumlah BPP di Pesawaran mengikuti Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK), Rabu (09/09/2020), di BPP Kedondong. Ke-24 peserta itu berasal dari BPP Way Khilau 4 orang, BPP Kedondong 4 Orang, BPP Way Lima 4 orang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan penguatan Kostratani harus dilakukan agar pengembangan pertanian bisa dilakukan secara maksimal.

“Kostratani adalah pusat dari gerakan pembangunan pertanian. Pusat dari kegiatan belajar petani dan tempat berkonsultasi. Oleh karena itu, BPP Kostratani harus dikelola dengan benar agar fungsinya bisa berjalan maksimal,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan Kostratani harus diisi SDM-SDM berkualitas.

“Kalau ingin membangkitkan, atau membangun pertanian, maka harus lebih dahulu membangun SDM pertanian. Karena pengungkit terbesar untuk produktivitas pertanian adalah SDM pertanian, yaitu petani, penyuluh, petani milenial, poktan, juga gapoktan,” katanya.

Kegiatan pelatihan PLEK dibuka Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Kabupaten Pesawaran, Sahono. Dalam arahannya, Sahono mengatakan, petani harus tahu pengelolaan keuangan, supaya petani bisa mengevaluasi apakah usaha yang dilakukan selama ini menguntungkan atau merugi.

Jika merugi apa yang menjadi penyebabnya, sebaliknya jika ia untung bagaimana meningkatkannya, sehingga kesejahteraan bisa terwujud.

“Pengelolaan keuangan yang tidak baik, bisa berdampak pada kerugian dan atau tidak maksimalnya hasil yang seharusnya di dapat petani,” tutur Sahono.

Konsultan Regional IPDMIP Pesawaran Ali Rukman, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud pemenuhan atas tuntutan di era global. Sebab, pencatatan, analisis dan pengelolaan keuangan berbasis pada data adalah kebutuhan dalam menjalankan suatu usaha tanpa terkecuali usaha pertanian.

“Ini era persaingan global, untuk memenangkannya petani harus memiliki standar data yang berbasis pengetahuan yang dilakukan dengan penuh kesadaran,” kata Ali Rukman.

Sementara Kepala UPT BPP Kedondong Bapak Muhammad Gani yang didaulat memberikan sambutan mewakili KUPT Way Khilau Bapak Syamsurijal dan KUPT Way Lima Bapak Yusrin Tahane, mengatakan suatu kehormatan bagi BPP Kedondong karena diamanahi menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan PLEK bagi ketua kelompok tani yang berasal dari DI Way Mada, DI Kertasana, dan DI Way Padang Ratu.

Muhammad Gani menambahkan, target dari Kementerian Pertanian yaitu peningkatan produktivitas 7% pertahun yang di dukung Kostratani akan terwujud bila ada yang menggerakkan dan ada yang digerakkan, yaitu penyuluh dan petani.

Menurutnya, penyuluh dan petani memiliki kemampuan dan kesadaran penuh bagaimana memanage usaha tani yang sedang dijalankannya. PLEK merupakan salah satu bentuk pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian, seperti percepatan pencapaian target program dan kegiatan pembangunan pertanian.

“Pendapatan bisa meningkat apabila produktivitas dan produksi usaha taninya meningkat. Pendapatan bisa meningkat apabila petani mampu memanage usahanya dengan baik. Artinya petani memiliki usaha dengan manajemen yang baik untuk mengelola proses dan hasil panen. Dan yang tidak kalah penting adalah meningkatkan akses dan pelayanan keuangan,” tegas Muhammad Gani.

Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan ini akan berlangsung selama 4 hari dengan dipandu oleh : Yudi Amansah, Windy Arima, Yuli HS, Supriyadi, Romidi, Vitta Herina, Dira Rafika yang merupakan penyuluh pertanian di tiga BPP, yang juga merupakan alumni peserta e-learning pelatihan PLEk yang dilaksanakan oleh Pusat Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. (DIRA/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *