BPP Kostratani Dikenalkan dengan APlikasi Pelaporan Program Utama Kementan

oleh -279 views

SUARAJATIM.CO.ID//JAKARTA – Penguatan peran Komando Strategis Pertanian (Kostratani) terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Aplikasi Pelaporan Program Utama Kementan yang dilakuan via aplikasi Zoom, Senin (10/08/2020) siang.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, peran Kostratani sangat strategis untuk pembangunan pertanian di Tanah Air.

“Kostratani itu mengimplementasikan program-program utama Kementerian Pertanian. Oleh karenanya perannya harus diperkuat, caranya dengan melengkapi sarana dan prasarana (sarpras) IT yang ada di IT, seperti jaringan internet, komputer, dan lainnya,” tutur Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, transformasi BPP menjadi Kostratani akan dilakukan bertahap hingga tahun 2021. Total, ada sekitar 6000 BPP yang akan ditransformasikan.

Sementara Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluh) BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati, Menteri Pertanian sangat memberikan perhatian kepada penyuluh dan BPP. Oleh karena itu, Mentan mendukung peningkatan status BPP menjadi kostratani. Tujuannya untuk mencapai swasembada pangan.

“Untuk memperkuat Kostratani, di tahun 2020, kita bisa mengalokasikan sarpras IT untuk lokasi lokasi BPP yang dilewati daerah irigasi, khususnya daerah IPDMIP. Kita berharap semua DPIU bekerja agar semua BPP bisa bertransformasi menjadi Kostratani. Cepat atau lambat, kita upayakan semua BPP bisa difasilitasi sarpras IT, baik dalam pengadaan tahun 2020 maupun 2021,” tuturnya.

Leli Nuryati menambahkan, penyuluh di daerah diminta aktif memaksimalkan peran BPP. Terutama peran untuk memperkuat pelaporan data dan informasi dengan pengiriman melalui aplikasi pelaporan program utama Kementan yang harus dilaporkan setiap minggu. Data tersebut bisa di-entry melalui komputer maupun HP.

“Kita akan ikut mengawal pelaporan itu, kita memberikan pengenalan aplikasi yang akan digunakan sebagai sarana pelaporan dari Kostratani ke AWR. Yang harus dilaporkan adalah komoditas utama, data luas tanam dan panen, juga produktivitas, dan lainnya. Setiap Jumat, Mentan akan memonitor data tersebut dari AWR dan akan terdeteksi dari BPP mana saja data dikirim,” katanya.

Leli menegaskan semua harus semua bergerak secara masif. Seluruh penyuluh pertanian harus bangkit melalui Kostratani.

Sosialisasi penggunaan aplikasi pelaporan program utama Kementan disampaikan oleh Pusdatin. Penyuluh Kostratani yang akan memanfaatkannya bisa mengakses link laporanutama.pertanian.go.id dengan username dan password yang telah dibagikan.

Petugas BPP Kostratani harus login ke Kostratani dan bisa mengentry data dan informasi sesuai dengan username yang tersedia di layar komputer.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kostratani sebagai yang terdepan dalam menjalankan program utama Kementan harus diperkuat dengan data dan informasi.

“Semua data dan informasi mengenai perkembangan pertanian di daerah harus disajikan secara lengkap. Jadi kita bisa lihat sejauh mana perkembangan pertanian di daerah, termasuk apa kendalanya. Dan di Kostratani, petani bisa berkonsultasi untuk memaksimalkan pertanian. Makanya kita terus perkuat peran Kostratani,” tuturnya.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *