Bupati Madiun: Kehadiran Kementan Wujudkan Cita-Cita Madiun untuk Rakyat

oleh -68 views

MADIUN – Kepala Badan Penyuluh an dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan akan membangun kualitas SDM dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk mendukung pembangunan pertanian di Madiun, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan Dedi Nursyamsi saat beraudiensi dengan Bupati Madiun Ahmad Dawami, di Kantor Bupati Madiun, Kamis (17/9).

“Kita hadir di sini untuk membangun SDM pertanian dan memberdayakan BPP di seluruh Tanah Air. Kita akan merenovasi kantor BPP dan melengkapinya dengan IT,” katanya.

Untuk aspek SDM, BPPSDMP akan meningkatkan keterampilan, pengalaman, dan juga kemampuan, para penyuluh dan petani.

“Pembangunan pertanian harus diawali dari pembangunan SDM, yaitu penyuluh dan petani,” katanya.

Dedi menjelaskan untuk mendukung pembangunan tersebut, dibutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana internet di BPP.

“Disaat Covid-19 seperti ini, kita membutuhkan internet, butuh sarana IT. Oleh karena itu salah satu program kita adalah melalui gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) di tingkat kecamatan yaitu di BPP,” katanya.

Kostratani komandannya adalah camat. Sedangkan pasukannya adalah penyuluh pertanian.

“Dengan IT, kita bisa melaksanakan pelatihan, bisa silaturahmi dll. Memang saat ini IT di BPP belum sempurna, masih dalam pembangunan,” katanya.

Untuk Madiun, Dedi mengatakan Kementan akan membangun BPP model yang bisa menjadi contoh untuk nasional.

“Hal ini dimungkinkan karena produksi tinggi. Tapi kita butuh support untuk bangun BPP dan SDM pertanian. Kalau soal kebijakan Bupati Madiun jangan diragukan. Karena darah dagingnya adalah petani,” katanya.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menyambut baik hal tersebut.

“Saya senang, karena program ini mendukung cita-cita kita. Cita-cita rakyat Madiun. Yakni salah satunya bagaimana membangun SDM pertanian, khususnya penyuluh agar tidak ada malpraktek. Selain itu, penyuluh pun akan punya kecepatan penyampaian pelaporan musim tanam, panen, dan lainnya. Data itu saya perlukan untuk mengambil kebijakan,” katanya.

Menurutnya, BPP di Madiun penyuluh sangat dimanfaatkan sekali. Bahkan ada over juga. Seperti penanganan Covid-19, bukan ranah penyuluh tapi mereka bisa membantu pencegahan Covid-19.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementan akan terus menggenjot pembangunan pertanian nasional.

“Semua harus berperan aktif. Karena kita harus menggenjot pertanian untuk mencapai tujuan ketahanan pangan nasional,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *