Covid-19 Tak Surutkan Semangat Petani Milenial Dampingi Petani

oleh -371 views

JAKARTA – Semangat petani milenial dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Andi Marsela Khoir, patut diacungi jempol. Bahkan, pandemi Covid-19 tidak mampu menyurutkan semangatnya mendampingi para petani.

Saat ini, Andi Marsela Khoir sedang melaksanakan Tugas Akhir di Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia tidak berhenti mendampingi petani yang sebagian besar bertanam hortikultura.

“Saat ini saya sedang melaksanakan pengolahan lahan petak percontohan bawang merah,” ujarnya, Sabtu (09/05/2020).

Mahasiswi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan ini menyebutkan, selain sebagai petak percontohan, ia sekaligus membantu petani melakukan pengolahan lahan untuk budidaya sayuran dengan penggunaan hand tractor.

“Dengan menggunakan hand tractor pekerjaan pengolahan lahan dapat selesai dengan lebih cepat,” imbuhnya.

Kondisi Bekasi membuat gadis kelahiran Jambi ini kesulitan mencari tenaga kerja untuk mengolah lahan. Namun berbekal pengetahuan yang dipelajarinya di kampus, ia mengoperasikan hand tractor sendiri. “Alhamdulillah lahan percontohan selesai diolah, selanjutnya persiapan penanaman bawang merah,” ucapnya lega.

Lahan percontohan yang diolah Andi Marshela adalah milik petani bernama Rimin, salah satu anggota kelompoktani Talangjaya, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Rimin merasa senang lahan miliknya dijadikan percontohan.

“Saya juga sangat terbantu dengan kehadiran Marsela, meskipun anak perempuan namun tidak pernah segan dan malu turun ke lahan membantu petani,” ucapnya bangga.

Apresiasi diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia, ditengah keresahan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi wabah virus Covid-19. Syahrul melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian.

“Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur Menteri yang akrab disapa SYL itu.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *