CSA Tingkatkan Hasil Panen Pertanian dan Ramah Lingkungan

oleh -626 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID// JAKARTA – Sektor pertanian tidak terlepas dari kemajuan teknologi. Hal ini bukan hanya membantu petani, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Diantaranya dengan penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo penggunaan teknologi dalam pertanian sangat penting. Karena bisa membantu menggenjot produktivitas. Produktivitas sangat dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan pangan.

“Penggunaan teknologi seperti dapat meningkatkan hasil panen. Oleh karena itu, kita mendukung penerapan CSA, karena bisa mengurangi dampak dan risiko cuaca ekstrim, mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK), dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” jelasnya.

CSA merupakan kegiatan utama Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) atau Proyek Modernisasi Irigasi Strategis dan Rehabilitasi Irigasi Mendesak. Salah satu fokus kegiatannya adalah penerapan sistem pertanian cerdas iklim yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman. Juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan pertanian cerdas iklim. Serta mengurangi risiko gagal panen, mengurangi efek gas rumah kaca, dan meningkatkan pendapatan petani di Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Rawa (DR).

Proyek modernisasi irigasi dan rehabilitasi irigasi (SIMURP) tahun 2020 dilaksanakan di 8 provinsi, 16 kabupaten dan 13 daerah irigasi (DI) dan 2 Daerah rawa, salah satunya adalah Provinsi Sulawesi Selatan yang meliputi 3 kabupaten, yaitu Takalar di daerah irigasi (DI) Pamakullu, Bone DI Sanrego, dan Pangkajene Kepulauan di DI Tabo-Tabo.
Kepala Badan PPSDMP Prof. Dedy Nursyamsi menyampaikan bahwa modernisasi irigasi strategis dan rehabilitasi irigasi sangat penting.

“Kata kuncinya adalah strategi layanan irigasi dalam arti bahwa irigasi tersebut harus dapat meningkatkan Indek Pertanaman (IP) tadinya satu kali menjadi dua kali, dua kali menjadi tiga kali serta meningkatkan produktivitas tanaman,” paparnya.

Dari hal tersebut, utamanya adalah peningkatan produksi padi/beras dan komoditas lainnya yang posisinya ada di daerah irigasi. Pendekatannya adalah CSA implementasi teknologi yang inputnya rendah tetapi dapat mendongkrak produktivitas dan risiko lingkungannya sangat minimal.

Hal ini diimplementasikan oleh Kelompok Tani Alam Perkasa yang memiliki 20 anggota. Poktan ini melakukan proses budidaya padi seluas 25 hektar (Ha) di lokasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Bilae DI Tabo-Tabo, di Desa Barabatu Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Ketua Poktan Alam Perkasa H. Tamrin mengatakan bahwa teknologi budidaya yang dipakai adalah dengan menerapkan 4 prinsip CSA yaitu Penggunaan varietas unggul Pajajaran berumur genjah/pendek yaitu berumur 90 hari, Penggunaan pupuk organik/kompos berupa kotoran sapi dan kotoran ternak lainnya sebanyak 2 ton/ha sehingga dapat menghemat pupuk urea/kimia sampai 50%.

Selain itu penggunaan pestisida nabati berbahan baku lokal berupa campuran sereh, buah bila (semacam jeruk besar), bawang putih yang diekstrak menjadi satu untuk mengantisipasi serangan hama dan gangguan OPT lainnya dan menerapkan teknologi sistem tanam jajar legowo (Jarwo) 2 : 1 yang dapat meningkatkan jumlah anakan dan malai.

“Budidaya padi melalui penerapan prinsip-prinsip CSA dilakukan pada musim tanam yang ke dua. Saat ini tanaman padinya baru berumur sekitar 50 hari. Setelah tanam pertumbuhannya cukup baik. Sehingga diperkirakan akan panen pada pertengahan Juli 2020 dengan produktivtas akan lebih tinggi dari rata-rata pada panen sebelumnya yang bisa mencapai 8,5 ton/ha gabah kering panen (GKP),” katanya.

Upaya ini tidak lepas dari upaya penyuluh pertanian sekaligus kordinator BPP/Kostratani Labakkang Kasmaawati, dan Andi Faizal, Penyuluh pertanian Kabupaten/Kostrada Pangkajene Kepulauan. Keduanya terus mengawal dan mendampingi untuk meyakinkan petani bahwa budidaya padi dengan menerapkan prinsip-prinsip CSA lebih menguntungkan baik dilihat dari produktivitas tanaman maupun dari keamanan lingkungan. (RSL/NF/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *