Dengan Demplot Transplenter Padi, Poktan di Kaltara Dukung Kostratani

oleh -250 views

KALIMANTAN UTARA – Peningkatan produksi pertanian yang diupayakan Kementerian Pertanian, didukung dua kelompok tani (Poktan) di Kalimantan Utara, yaitu Poktan Padaidi dan Poktan Maju Bersama.

Semangat tersebut sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Pertanian sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Oleh karena itu, pertanian tidak boleh berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah. Produksi harus jalan terus,” katanya.

Semangat serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Dalam kondisi apa pun, petani harus turun ke lapangan, penyuluh harus turun ke lapangan. Produksi harus terus berlangsung untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” katanya.

Imbauan ini disambut di daerah ujung utara Kalimatan Utara, tepatnya pada Kelompoktani (Poktan) Padaidi dan Poktan Maju Bersama, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimatan Utara. Dua Poktan ini tetap semangat menjalankan aktivitas usahatani dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Dengan menggunakan varietas Impari 42, para anggota Poktan Padaidi dan Poktan Maju Bersama, didampingi oleh Asri Rachmawati SP penyuluh pertanian wilayah binaan, serta dihadiri oleh Masniadi, S.Hut, MAP, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan beserta jajarannya,  telah melaksanakan Demontrasi Cara (Demcar) penggunaan alat mesin pertanian (transplenter) padi.

Demontrasi yang dilaksanakan akhir bulan Januari 2021 ini dimaksudkan untuk mempercepat adanya perubahan  perilaku petani, agar mau dan mampu menerima dan menerapkan teknologi baru sehingga produksi lebih meningkat dan hasilnya berkualitas.

Kecamatan Nunukan Selatan memiliki kurang lebih 243 Ha lahan sawah potensial. Sementara jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin berkurang, sehingga inovasi teknologi sangat penting untuk mendukung kegiatan pertanian.

“Dengan demplot alat mesin tanam (transplenter) padi yang ada diharapkan dapat memberikan solusi kepada petani dalam menangani kekurangan tenaga di sektor pertanian,” ujar Dedi Nursyamsi.

Penggunaan alat mesin tanam dapat menghemat waktu tanam dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak sehingga efisiensi waktu tanam dapat di lakukan serta diharapkan dapat meningkatkan IP 200 menuju IP 400.

Penyuluh Pertanian Pusat, Bambang Gatut Nuryanto, menyatakan bahwa Demplot alat mesin pertanian padi yang dilaksanakan oleh Poktan Padaidi dan Maju Bersama ini merupakan salah satu wujud implementasi BPP Kostratani sebagai pusat pembelajaran.

“Untuk itu, kegiatan semacam ini perlu diikuti oleh kelompotani lainnya dan diperluas cakupan tidak sebatas pada tanaman padi tetapi juga tanman yang lain, sehingga kebutuhan akan pangan di wilayah Kabupaten Nunukan bisa tercukupi,” ujarnya.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan Masniadi, S.Hut, MAP, menyampaikan bahwa dengan adanya alat mesin tanam padi ini diharapkan petani dapat mengadopsi, menerapkan dan memanfaatkan untuk kegiatan usaha taninya.

“Pemerintah telah  memberikan bantuan alat ini sebagai upaya mendorong petani untuk lebih giat dalam meningkatkan  hasil produksinya  sehingga ketahanan pangan di wilayah kabupaten Nunukan dapat terpenuhi,” ujar Masniadi.

lebih lanjut Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan juga mengharapkan kepada Semua Kelompok Tani agar betul betul memanfaatkan bantuan pemerintah sehinggah tidak ada lagi alat mesin pertanian yang terabaikan.(Asri/Bgn/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *