Digulirkan Masif di Brebes, Kostratani Perkuat Skenario Besar Ekspor Bawang Nasional

oleh -84 views

BREBES – Skenario besar penambahan volume ekspor bawang digulirkan Brebes. Sebab, Brebes mendapatkan suplemen berupa Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dari Kementerian Pertanian (Kementan). Launchingnya sudah dilakukan Rabu (9/9) yang diterapkan pada empat Balai Pelatihan Pertanian (BPP) di Brebee, Jawa Tengah. Ada BPP Bulakamba, Ketanggungan, Banjarharjo, dan Losari.

“Produksi bawang Brebes secara menyeluruh sangat bagus. Untuk bawang putih mulai mengisi slot ekspor. Kami akan memberikan dukungan penuh untuk peningkatan produktivitas sektor pertanian. Dengan dukungan Kementan dan Kostratani, kami optimiatis produksi bawang akan terus naik. Brebes aecara umum akan jadi lumbung pangan nasional,” tutup Bupati Brebes Idza Priyanti.

Skenario besar redam ketergantungan impor bawang terus digalang Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Kostratani. Launchingnya dilakukan pada BPP Bulakamba, BPP Ketanggungan, BPP Banjarharjo, dan BPP Losari, Rabu (9/9). Rangkaian agendanya diawali dengan audiensi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) dengan Bupati Brebes. Lokasinya berada di Kantor Bupati Brebes.

“Kostratani menjadi salah satu solusi bagi permasalahan pertanian di Brebes. Sebab, fokus utamanya adalah peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Kalau kualitas manusianya bagua, impact positif yang muncul akan luas. Petani bisa menciptakan inovasi untuk peningkatan produksi bawang dengan ujung ekspor,” terang Idza.

Menjadi salah satu sentra produksi bawang, Brebes selalu mengalami surplus produksi. Rata-rata setiap tahunnya mengalami surplus 300 Ribu per Ton. Adapun slot rata-rata ekspor yang dipenuhi sekitar 100 Ton per Tahun. Untuk sisanya digunakan memenuhibkonsumsi dalam negeri. Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menerangkan, akselerasi pertanian Brebes semakin kompetitif.

“Kostratani memiliki posisi strategis. Desain besar jangka panjangnya adalah swasembada pangan secara menyeluruh. Salah satunya komoditi bawang, seperti di Brebes ini. Dengan aktivasi Kostratani di Brebes, optimalisasi produksi Bawang tentu akan semakin bagus. Kran impor akan terus diperkecil. Tentunya ketergantungan impor harus ditekan,” terang Dedi.

Kran impor bawang memang masih dibuka. Mengacu informasi Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Juni 2020, slot impor bawang putih mencapai 134.808 ton. Nilainya sekitar USD128 Juta dengan negara asal komoditi Tiongkok. Usai mengalami relaksasi, impor bawang putih sepanjang Juni naik 85,5% dari Mei 2020. Sepanjang Mei, impor bawang putih mencapai 72.651 ton dengan nilai USD76,38 Juta.

Adapun realisasi impor bawang putih mulai Januari-Juni 2020 mencapai 284.363 ton. Nilai impornya pun mencapai USD293,63 Juta. Dedi menambahkan, akselerasi produktivitas bawang di Brebes akan naik seiring peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab, SDM memiliki pengaruh besar 50% sebagai pendorong akselerasi produksi pertanian.

“Upaya perbaikan sistem secara menyeluruh terus dilakukan agar produksi pertanian besar. Peluang ini terus ditawarkan Kostratani dengan awalan penguatan SDM-nya. Kalau SDM pertanian handal sekaligus berkualitas, maka akan ada banyak inovasi yang dilakukan. Keseimbangan kualitas akan diberikan pada petani, petani milenial, penyuluh, dan lainnya di Brebes. Bagaimanapun, potensi bawang di sini bagus,” lanjut Dedi.

Secara umum, pintu ekspor bawang memang dibuka Brebes. Sebagai gambaran riil, Brebes mengekspor bawang putih ke Taiwan melalui salah satu perusahaannya di pertengahan Agustus 2020. Tahap awal pengirimannya sekitar 15 ton. Sepanjang 2020, Brebes mendapat kuota ekspor dari Taiwan sebesar 1.000 ton. Lebih lanjut, Brebes memiliki luasan lahan produktif bawang putih sekitar 40 Ribu Hektar. Ekspor tersebut bersamaan dengan bawang putih asal Lombok, Temanggung, Magelang, dan Karanganyar.

“Kostratani memegang peranan sentral untuk terus menaikan produktivitas, termasuk komoditi bawang. Kehadirannya di Brebes akan memberikan dampak positif lebih luas. Produktivitas bawang dari Brebes akan terus naik signifikan. Artinya, tidak perlu lagi melakukan impor karena produksi bawang dalam negeri melimpah,” tutup Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.(****)!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *