Dorong Pertumbuhan Petani Milenial, Kementan Rangkul HIPMI

oleh -83 views

MAKASSAR – Kementerian Pertanian tidak kenal lelah mengajak semua pihak untuk mendukung pengembangan sektor pertanian. Termasuk menumbuhkan petani milenial. Kementan merangkul Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI)  untuk mendukung hal tersebut.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengajak HIPMI Sulawesi Selatan agar turut menggerakkan usaha pertanian.

Keterlibatan HIPMI, diyakini dapat mengubah pembangunan pertanian menjadi maju, mandiri dan modern berbasis ekspor.

“HIPMI memiliki tanggung jawab menentukan kemajuan Sulawesi Selatan dan HIPMI bertanggungjawab hidupnya negeri, bangsa dan rakyat yang lebih baik ke depan. Bertani itu hebat, menjadi petani muda itu keren. Berusaha di sektor pertanian itu tidak pernah menghianati hasil. Jadi, HIPMI punya peluang menjadi petani dan pengusaha di sektor pertanian yang hebat,” demikian dikatakan Mentan SYL dalam Executif Seminar “Urban Farming For Millenials” yang diselenggarakan HIPMI Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (27/11/2021) malam.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode ini menekankan, HIPMI harus mampu menemukan seperti posisiny. Sehingga, dapat meneruskan sesuatu agar Indonesia menjadi lebih maju, mandiri dan modern. Ditambahkannya, jika HIPMI tidak berakselerasi menjadi petani milenial, maka negeri ini dikuasai negara lain khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

“Dengan HIPMI terjuan ke pertanian, tentu pertanian kita semakin modern. Kita tidak lagi mengendarai traktor dengan manual, tapi cukup pakai remot kontrol dari jarak jauh. Produksi komoditas pertanian kita pun naik dengan kualitas tinggi dan ekspor pun menjadi semakin tinggi. Kuncinya adalah dengan adek-adek HIPMI harus mengembangkan inovasi dan artificial intellingence,” tuturnya.

Lebih lanjut SYL menyebutkan peluang ekspor komoditas pangan Indonesia sangat tinggi. Komoditas unggulan seperti kopi, buah dan bunga berpotensi meningkatkan volume ekspor.

“Ada peluang ekspor bunga kita ke Belanda nilainya mencapai Rp 5 triliun. Belum lagi peluang ekspor komoditas pangan lainnya dengan negara tujuannya yang banyak. Peluang ini terbuka lebar, tinggal adek-adek HIPMI mau terjun dengan akselerasi yang dapat mendongkrak produksi, kualitas dan volume ekspor,” terangnya.

“Yang terpenting bagi adek-adek HIPMI agar menjadi pengusaha sukses di sektor pertanian adalah jangan berteori, tapi yang terpenting adalah melakukan aksi nyata di lapangan. Butuh modal, saya siapkan dana KUR dan butuh lainnya saya bantu, asal mau terjun ke lapangan menjadi petani,” sambung SYL.

Harapan yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Generasi milenial adalah masa depan pertanian Indonesia. Lewat merekalah kita berharap pembangunan pertanian bisa dimaksimalkan. Oleh karena itu, BPPSDMP terus berupaya agar Indonesia memiliki banyak petani milenial,” katanya.

Berdasarkan data BPS, di masa pandemi covid 19 hanya sektor pertanian yang nilai ekspornya tumbuh positif. Nilai ekspor pertanian di tahun 2020 sebesar 390,16 triliun, naik menjadi 451,77 triliun di tahun 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *