Dryer UltraViolet Dimanfaatkan Petani di Bone Bolango

oleh -142 views

GORONTALO – Di masa pandemi Covid-19, peran penyuluh pertanian sangat penting. Sebab penyuluh harus memastikan produksi tidak terganggu. Peran ini juga yang dilakukan penyuluh di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

Penyuluh mendampingi petani dalam memanfaatkan Dryer UltraViolet yang berfungsi mengeringkan hasil panen yang basah akibat musim hujan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan produksi pertanian tidak boleh berhenti.

“Pertanian tidak boleh bermasalah. Dalam kondisi apa pun pertanian harus terus berlangsung untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengutarakan hal serupa.

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Penyuluh harus selalu turun ke lapangan mendampingi petani dan memastikan produksi pertanian terus berlangsung,” katanya.

Di Gorontalo, penyuluh sangat berperan untuk mendampingi petani memanfaatkan Dryer Ultraviolet. Penggunaan Dryer Ultraviolet sendiri diresmikan Bupati Bone Bolango Hamim Pou, di Kelompok Tani Huidu Desa Mongiilo Utara Kecamatan Bulango Ulu.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Gorontalo Amin Nur, Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Roswaty Agus, Camat Bulango Ulu Wayan Ranawa, Anggota Legislatif Mahmud M.Harun, Upik Najamudin selaku Tim Kerja Bupati Bone Bolango, Sekretaris Dinas Sulastri Lamusu.

Hadir juga Kabid Perkebunan Lisna Hadjarati, Kabid Tanaman Pangan Rosna Dewi Rayusyam, Kabid Keswan Alwin Karim, Kelompok Jabatan Fungsional, serta Petugas Lapangan Peternakan dan Penyuluh Pertanian lapangan Kecamatan Bulango Ulu.

Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango Roswaty Agus, mengatakan, kelompok tani bukan hanya sebagai tempat atau wadah berkumpulnya petani.

“Lebih dari itu, kelompok tani harus dijadikan sebagai wadah untuk belajar, berbagi pengalaman, saling bantu membantu dan saling mendorong untuk kemajuan anggotanya. Tujuannya untuk dapat menghasilkan produksi pertanian yang tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya,” katanya.

Roswaty Agus menambahkan, peran tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga sangat menentukan untuk mendorong kemajuan dan kemandirian kelompok tani.

Menurutnya, PPL harus menjadi seorang manejer yang berperan sebagai inisiator, fasilitator, motivator, organisator, dinamisator dan agen perubahan bagi kelompok tani yang dibinanya.

“PPL harus dapat mengelola sumber daya yang dimiliki oleh kelompok tani sehingga mampu meningkatkan kemampuan produktivitas tanaman, efisiensi dan tentunya keuntungan yang diperoleh petani. Untuk itu, PPL harus dapat memberikan contoh bagaimana cara bercocok tanam dengan paket teknologi yang tepat yang dapat menghasilkan produksi tanaman yang maksimal,” katanya.

Selain itu, PPL diharapkan dapat membentuk demplot – demplot untuk percontohan petani sekaligus sebagai sumber pendapatan tambahan bagi PPL. Keberhasilan satu kelompok tani merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja dari seorang PPL.

“Hal ini tentunya akan mendukung peningkatan kualitas produk pertanian yang dihasilkan oleh petani,” tambah Roswaty Agus.

Salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan pertanian adalah terkait dengan sumber daya manusia khususnya petani selaku pelaku usaha pertanian, hal ini tentunya akan mendukung peningkatan kualitas produk pertanian yang dihasilkan oleh petani.

Alat pengering berbentuk bangunan dengan luas 8 meter x 20 meter ini berteknologi pemanfaatan ultra violet (panas matahari) merupakan bagian dari kegiatan pertanian modern yang diberikan kepada Kelompok Tani Huidu Di Desa Mongiilo Utara Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango.

Kapasitas ultra violet ini mampu menampung jagung  sekitar 3 hingga 6 ton dengan masa pengeringan 2 sampai 3 hari.  Selain meresmikan Dryer ultra violet Bupati Bone Bolango Hi. Hamim Pou menyerahkan bantuan Durian Musangking dan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat di Kecamatan Bulango Ulu.(NS/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *