IPDMIP dan Kostratani Bikin Desa Mekarsari Ciamis Kembali Jadi Produsen Beras Cicurug

oleh -308 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//CIAMIS – Kabupaten Ciamis dikenal sebagai penghasil Beras Cicurug. Dan salah satu produsennya adalah Desa Mekarsari. Beras jenis ini sempat menghilang. Namun didukung gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan Sekolah Lapang IPDMIP, Beras Cicurug akan dihadirkan kembali di Desa Mekarsari.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendukung upaya menghadirkan kembali beras Cicurug. Apalagi, Program IPDMIP akan memanfaatkan lahan di sekitar DI.

“IPDMIP akan membuat para petani yang berada di sekitar DI dapat melakukan tata kelola air. Sehingga, usaha taninya dapat memberikan hasil yang maksimal. melalui proyek IPDMIP ini kita ingin menjaga ketahanan pangan,” tutur Mentan SYL, Sabtu (22/08/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika IPDMIP bisa digarap dengan baik dan intens, maka produktivitas yang dihasilkan di DI akan meningkat dan petaninya pun akan meningkat pendapatannya.

“Sebab, Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), atau Proyek Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi Terpadu secara Partisipatif, dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI). Tujuannya untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di sekitar DI secara berkelanjutan,” tuturnya.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dedi Bahrudin mengatakan, Kabupaten Ciamis ada 14 DI. 11 DI merupakan kewenangan daerah/kabupaten sedangkan 3 DI kewenangan provinsi dan pusat.

Desa Mekarsari yang dilalui DI Nanggela, yaitu dusun Cigaru1, Cigaru2, Nanggewer, Padasuka, dan Cicurug, baru-baru ini telah menyelesaikan Kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP Budidaya Padi yang diikuti oleh 20 orang peserta dengan melibatkan 6 orang perempuan dan juga beberapa diantaranya kaum milenial.

“Materi SL meliputi pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pembuatan pupuk organik dan pengamatan hama dengan narasumber Santi Nurhayati, SP, sebagai Penyuluh Desa Mekarsari dibantu oleh Andi, Staff lapang IPDMIP,” terangnya.

Sementara ketua kelompok tani di Desa Mekarsari Diding, yang juga berperan sebagai penyuluh swadaya, mempraktekkan hasil pelatihan padi organik yang pernah diikutinya pada tahun 2015 di Cianjur.

Diding memproduksi padi Cicurug dari Desa Mekarsari yang cukup terkenal di Ciamis karena keunggulan dari rasa yang lebih enak, pulen dan lebih putih bersih dibanding produksi padi dari wilayah lainnya. Kualitas padi Cicurug tidak banyak menggunakan pupuk kimia bahkan bisa dikatakan padi organik.

“Pemasarannya cukup menjanjikan, namun karena seiring bertambahnya waktu, kerusakan lahan persawahan dan menurunkan hasil tani menjadikan berkurangnya minat masyarakat untuk bertani sehingga padi cicurug yang dulu terkenal sempat hilang dari peredaran,” tuturnya.

Melalui Kegiatan SL IPDMIP, Diding beserta kelompoknya bertekad untuk bisa memproduksi padi cicurug dan mengembalikan Desa Mekarsari sebagai produsen Beras Cicurug yang sehat dan aman untuk dikonsumsi karena dikelola dengan budidaya padi organik.(SN/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *