IPDMIP Gelar Workshop Rekonsiliasi Laporan Keuangan Triwulan III 2020 di Sulut

oleh -95 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SULAWESI UTARA – Para pengelola keuangan proyek IPDMIP mengikuti Pertemuan Rekonsiliasi Laporan Keuangan IPDMIP triwulan III 2020, di Sulawesi Utara, Minggu (25/10/2020) malam. Kegiatan ini direncanakan diikuti 5 lembaga provinsi Provinsi (PPIU) dan 25 lembaga kabupaten (DPIU). Terdiri dari petugas keuangan, PPK, dan tim monitoring dan evaluasi (monev).

Menurut Project Manager IPDMIP, Welli Nugraha, pertemuan Rekonsiliasi Laporan Keuangan IPDMIP Triwulan III 2020 dilaksanakan bagi pengelola keuangan IPDMIP tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten.

“Pertemuan ini dilakukan untuk mewujudkan laporan keuangan yang transparan, dan akuntabel. Serta penata usahaan laporan barang milik negara yang baik dan benar. Sehingga bisa terciptanya laporan sistem akuntansi pemerintah yang dapat dipertanggungjawabkan,” terang Welli.

Untuk mencapai tujuan itu, dihadirkan sejumlah narasumber kompeten, diantaranya Direktur Pengawasan Bidang Kerjasama Investasi dan Pembiayaan Pembangunan BPKP Pusat, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, juga Tim Verifikator PUPR.

“Kita semua berharap semua peserta dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini,” harap Welli.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Novly Wowiling, mengucapkan terima kasih karena Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi keuangan IPDMIP.

“Kita berterima kasih karena Sulawesi Utara ditunjuk menjadi pelaksanaan kegiatan rekonsiliasi keuangan IPDMIP. Ada permasalahan yang kita hadapi, tim kerja IPDMIP mungkin sudah mengetahuinya. Diantaranya, ketika virus Corona melanda Sulawesi Utara. Dampaknya adalah pada kebijakan alokasi anggaran. Awalnya kita anggarkan Rp 1,2 miliar untuk menunjang kegiatan ini, namun dalam perjalanan kita harus merealokasi anggaran. Dan ini kita akui berdampak pada IPMDIP,” terangnya.

Menurut Novly, situasi ini tidak diharapkan. Oleh karena itu, Sulut bertumpu pada kegiatan-kegiatan yang alokasi dari pusat.

“Namun, semangat untuk menunjang kegiatan IPDMIP tetap berlangsung. Termasuk komitmen Pemprov Sulut untuk menggenjot subsektor pertanian yang tetap dilaksanakan. Di tahun 2020 banyak penghargaan yang diterima Sulut karena menunjukkan komitmen yang kuat untuk membangun pertanian, termasuk menunjuang program Kementan, seperti Gerakan 3 Kali Ekspor,” terangnya.

Sementara Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Siti Munifah, mengatakan pembiayaan pembangunan pertanian, sudah disusun dengan baik.

“Untuk pembiayaan pembangunan pertanian, hal ini sudah diakukan dengan baik. Tujuannyan agar pertumbuhan bisa berjalan dengan bagus tanpa terganggu penurunan budgeting. Sehingga bisa berjalan beriringan antara penanganan Covid-19 dan pembangunan pertanian,” katanya.

Siti Munifah menambahkan, Indonesia harus bersyukur karena masih bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat Covid-19.

“Saat negara lain berjibaku menyelesaikan masalah ekonomi, kita bisa mengatasinya. Terbukti pertumbuhan ekonomi yang ditopang pertanian bisa tumbuh 16% pada triwulan II tahun 2020. Sementara sektor yang lain semuanya minus, kecuali terkait telekomunikasi. Dan ini juga diakui negara lain, bahwa Indonesia bisa bangkit ekonomi akibat Covid 19,” katanya.

Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nurysamsi mengatakan, IPDMIP harus terus dievaluasi agar tepat sasaran.

“IPDMIP bertujuan untuk meningkatan produktivitas. Tentu kita ingin tujuan itu menjadi tepat sasaran dan tidak ada permasalahan dikemudian hari. Oleh karena itu, perbaikan dan evaluasi harus dilakukan agar IPDMIP bisa maksimal,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengutarakan hal serupa.

“Kita mendukung proyek IPDMIP. Karena, tujuan proyek ini sejalan dengan semangat Kementerian Pertanian yaitu meningkatan produktivitas pertanian, serta meningkatan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, proyek ini harus tepat sasaran, termasuk dalam pengelolaan keuangannya,” tuturnya.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *