Jadi BPP Kostratani, Kemampuan Penyuluh di Jayapura Ditingkatkan

oleh -144 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//JAYAPURA – Kemampuan penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kota Jayapura ditingkatkan dalam Kegiatan Pelatihan Sistem Pembelajaran on line bagi Penyuluh Pertanian Kota Jayapura, Selasa (11/08/2020). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Latihan (Balai Diklat) Provinsi Papua.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, penguatan kemampuan penyuluh harus dilakukan untuk mendukung kegiatan Kostratani.

“Saat ini, Kementerian Pertanian sedang mengupayakan penguatan BPP menjadi Kostratani. Hal ini harus didukung dengan SDM yang berkualitas. Oleh sebab itu, penyuluh yang ada di BPP harus juga ditingkatkan kemampuannya,” ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM pertanian sangatlah penting.

“Karena, dengan memberdayakan SDM pertanian, baik memberdayakan petani, memberdayakan penyuluh, memberdayakan petani milenial, dan memberdayakan seluruh stakeholder pertanian maka produktivitas akan juga meningkat,” katanya.

Ditambahkan Dedi Nursyamsi, kalau produktivitas sudah meningkat, maka swasembada pangan bukan hanya mimpi, tetapi swasembada pangan sudah ada digenggaman kita melalui Kostratani.

“Sebab Kostratani fungsinya sebagai pusat data dan informasi, pusat pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, juga konsultasi,” kata Dedi.

Pelatihan Sistem Pembelajaran on line bagi Penyuluh Pertanian Kota Jayapura sendiri dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, Jean Hendrik Rollo. Dalam sambutannya, Jean Hendrik berpesan agar pelatihan ini tidak disia-siakan.

“Penyuluh jangan sampai ketinggalan jaman. Penyuluh harus mampu dan memiliki daya saing serta dapat mempergunakan ilmu yang dimiliki untuk membantu memecahkan permasalahan bagi petani. Ikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kapasitas diri,” tutur Jean Hendrik Rollo.

Sedangkan Kepala Balai Diklat Dudung Elisabet, mengatakan jika penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, harus memiliki kemampuan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sehingga mampu mengakses berbagai informasi dan teknologi dari berbagai belahan dunia.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini adalah Bagaimana Cara membuat Akun/Email; Pengenalan Aplikasi E-Learning; dan Bagaimana Mengoperasikan Aplikasi Zoom, dengan Narasumber berasal dari Widyaiswara Balai Diklat Provinsi Papua diantaranya Koordinator Widyaiswara Slamet Raharjo, Elisabeth Masarrang, dan Edwin Maniamboy.

Hadir pada acara Pelatihan ini Petugas dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura yang bertanggung jawab terhadap pembinaan salah satu BPP Model Kostratani Kota Jayapura dari unit kerja dan UPT Lingkup Badan Karantina Pertanian yaitu BPP Kostratani Muara Tami yang merupakan Distrik berbatasan dengan Negara PNG.(SN/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *