Kabupaten Trenggalek Manfaatkan KUR untuk Bangun Sektor Pertanian

oleh -59 views

BALI – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat membantu sektor pertanian, mulai dimanfaatkan Kabupaten Trenggalek. Bahkan, Trenggalek menjadikan KUR sebagai salah satu bagian dari pembangunan pertanian.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Bupati dan pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Nusa Dua Convention Center, Bali, Sabtu (19/6/2021).

Menurut Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pemerintah daerah harus membuka akses petani.

“Pemerintah daerah harus tampil saat petani membutuhkan akses, baik akses untuk membuka pasar, atau akses untuk mendapatkan modal seperti KUR. Bantu prosesnya agar lebih mudah,” kata Mentan SYL.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, menerangkan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

“Dengan KUR, kita membantu petani untuk mendapatkan akses permodalan. Dengan proses yang sangat mudah, petani bisa mengatasi masalah modal. Karena selama ini, modal menjadi salah satu kendala bagi petani untuk mengembangkan usahanya,” tuturnya.

Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Indah Megahwati, menambahkan, KUR tidak akan memberatkan petani.

“KUR ini sifatnya pinjaman, tapi bunganya sangat rendah. Untuk mengembalikannya, bisa cara dicicil atau saat panen. Sehingga tidak memberatkan dan petani bisa beraktivitas dengan tenang,” katanya.

Sementara Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menyampaikan terimakasih atas arahan dan dukungan Kementan untuk membangun pertanian Trenggalek yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern.

“Alhamdulillah kita juga sudah menggunakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) sebagai bagian dari pembangunan pertanian,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 228 petani porang di Kabupaten Trenggalek mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dari Bank Negara Indonesia (BNI).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin berharap pinjaman KUR Mikro ini mampu mengungkit pemulihan ekonomi di Kabupaten Trenggalek dari sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *