Kementan Ajak Petani Pidie Gunakan Asuransi

oleh -68 views

PIDIE – Kementerian Pertanian kembali mengajak petani untuk memanfaatkan fasilitas asuransi pertanian. Kali ini, ajakan tersebut ditujuan untuk petani Pidie yang mengalami ancaman gagal panen menyusul jebolnya bendungan irigasi Baro Raya, di Gampong Suwiek Masjid, Kecamatan Indrajaya, Pidie, Senin (28/12/2020), akibat banjir.

Kerusakan tersebut menyebabkan tanaman padi di enam kecamatan di Pidie, Aceh, terancam gagal panen akibat kekurangan air.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan dalam kondisi seperti ini mengasuransikan lahan pertanian adalah pilihan terbaik.

“Saat ini, kita sedang mengalami ancaman La Nina. Di sejumlah daerah, fenomena La Nina sudah dirasakan dengan tingginya curah hujan. Pertanian jelas bisa terganggu. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian mengajak seluruh petani untuk memanfaatkan asuransi,” katanya, Selasa (29/12/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan asuransi memberikan kepastian.

“Pertanian cukup rentan terhadap sejumlah kondisi, seperti serangan hama, bencana alam, perubahan iklim, atau cuaca ekstrim seperti La Nina. Namun, dengan mengasuransikan lahan pertanian petani akan mendapatkan kepastian berupa klaim ganti rugi,” katanya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, klaim ganti rugi yang diberikan asuransi jika gagal panen adalah sebesar Rp 6 juta perhektare.

“Dengan klaim tersebut petani tidak akan menderita kerugian. Justru petani tetap memiliki modal untuk kembali menanam dan produksi tidak berhenti,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *