Kementan Bantu Pertanian di Polman dengan Dam Parit

oleh -71 views

POLEWALI MANDAR – Kementerian Pertanian, melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), memberikan bantuan untuk pertanian di Polewali Mandar (Polman). Bantuan berupa pembangunan dam parit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pembangunan dam parit diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

“Program pembangunan dam parit merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Dengan dam parit, kita harapkan lahan pertanian mendapatkan suplai air yang cukup,” ujar Mentan SYL, Selasa (22/12/2020).

Menurut Mentan SYL, pembuatan dam parit juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif.

“Masyarakat dan para petani diharapkan bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah,” ujarnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, program dan bantuan dam parit yang dijalankan Kementan bertujuan untuk meningkatkan luas areal tanam dan peningkatan angka produksi pertanian.

“Sebab, air merupakan faktor utama berhasil dan tidaknya usaha pertanian dan kunci meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas dan perluasan areal tanam baru sehingga produksi pangan terus meningkat,” katanya.

Dengan adanya dam parit, air sungai dapat ditahan dan ditampung untuk selanjutnya dapat dialirkan ke lahan pertanian.

“Untuk itu yang menjadi skala prioritas alokasi kegiatan dam parit adalah pada lokasi yang benar-benar membutuhkan ketersediaan air,” beber Sarwo Edhy.

Bantuan dam parit dari Ditjen PSP Kementan dilakukan di Kelurahan Sulewatan, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, oleh Kelompok Tani Karya Tani. Panjang saluran yang dibangun 70m, 50m diantaranya merupakan swadaya petani.

Sebelum ada bantuan dam parit, air banyak terbuang dan menggenang lahan sawah dan kebun yang dilewati saluran. Kondisi ini merusak tanaman petani.

Namun sejak adanya bantuan pemerintah berupa dam parit, sawah dan kebun tidak tergenang lagi, saluran air makin lancar dan lahan yang diairi juga makin luas.

Sebelum ada dam parit lahan sawah yang terairi hanya sekitar 20 ha.Namun setelah ada dam parit sudah bisa mengairi 37 ha lahan sawah petani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *