Kementan dan KTNA Pastikan Stok Pupuk di Wilayah Pantura Aman

oleh -136 views

KARAWANG – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) memastikan stok pupuk di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat aman menjelang musim tanam gadu setelah dilakukan pemantauan sejumlah gudang dan kios di daerah tersebut.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, Kementan akan terus berusaha agar permasalahan pupuk tidak terkendala. Mentan bahkan sempat meninjau langsung gudang-gudang pupuk untuk memastikan ketersediaan stok.

“Dikuranginya alokasi pupuk subsidi di tahun ini, memang membuat Kementerian Pertanian menjadi lebih selektif dalam pendistribusian pupuk subsidi. Tapi kita bisa pastikan stok pupuk yang ada di gudang pabrik pupuk aman, artinya mencukupi. Kita juga berusaha agar aloksi pupuk subsidi bisa ditambah agar pertanian maksimal,” ujar Mentan SYL, Kamis (8/4).

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam mendengar keluhan petani di sejumlah daerah mengenai keberadaan pupuk, termasuk di wilayah Pantura ini.

“Kita sudah menyiapkan berbagai langkah dan strategi untuk mengamankan kebutuhan pupuk para petani. Salah satu upaya yang kita tempuh adalah melakukan realokasi pupuk subsidi tersebut,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menjelaskan, salah satu langkah yang akan diambil adalah akan menarik alokasi antar Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Kita juga akan melakukan realokasi untuk daerah kebutuhannya telah tercukupi dan memiliki stok lebih, kita akan tarik ke daerah yang masih kurang pupuknya. Langkah ini bisa lebih efektif dalam menghadapi permasalahan,” tutur Sarwo Edhy.

Ketua KTNA Karawang Endjam Djamsir yang juga Wakil Ketua KTNA Jawa Barat mengungkapkan, keluhan petani saat ini bukanlah perihal kelangkaan pupuk, namun terkait harga gabah yang masih di bawah harga pokok penjualan (HPP).

“Saat ini, beberapa daerah di Karawang gabah dibeli sekitar Rp3.800 per kilogram (kg), padahal seharusnya Rp4.200 per kg,” jelas Endjam.

Ia menerangkan, distribusi pupuk kepada petani sepanjang musim tanam lalu pun berjalan optimal. Hal itu terlihat dari hasil panen petani Karawang yang melimpah.

“Tercatat, di musim panen ini Karawang menghasilkan 1,3 juta ton gabah kering giling,” ungkapnya.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhammad Hatta menambahkan, pihaknya telah memantau stok pupuk di gudang dan kios pupuk di wilayah Karawang hingga Indramayu.

Adapun dari pemantauan stok pupuk di Gudang Lini 3 Pupuk Kujang Sukra, Indramayu, stok pupuk terpantau penuh dan siap disalurkan kepada petani. Ia juga memastikan kalau harga pupuk dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Tidak ada kenaikan harga di tingkat kios. Kita bersama KTNA sudah cek langsung ke kios-kios,” katanya.

Kondisi yang sama juga terjadi di Karawang, stok pupuk terpantau aman. Stok pupuk di Karawang pada per 5 April 2021 mencapai 2.111,68 Ton. Rinciannya, pupuk urea mencapai 728,23 ton, NPK 1110,65 dan pupuk organik 272,80 ton.

Sedangkan stok pupuk di Indramayu per Senin, 5 April 2021 mencapai 2.782,37 ton dengan rincian urea 963,37 ton, NPK 666,25 ton dan pupuk organik 1152,75 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *