Kementan Dukung Penguatan Poktan di Buol

oleh -41 views

BUOL – Kopra adalah salah satu komoditas utama di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Untuk mendukung pengembangan kopra, Kementerian Pertanian mendukung penguatan kelompok tani di Buol.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, penggunaan teknologi di sektor pertanian dapat mengoptimalkan kinerja pertanian.

Inovasi dan penggunaan teknologi memberi peluang petani untuk mengembangkan usaha taninya dengan hasil yang maksimal.

“Inovasi dan teknologi di bidang pertanian harus dapat diadopsi dan dikembangkan secara massal hingga skala industri,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Ketahanan pangan lokal dan nasional menjadi tantangan yang harus direalisasikan. Bukan hanya menyangkut produktivitas, tapi kualitas juga harus dinaikkan. Untuk itu, inovasi dan pendampingan selalu diberikan melalui Program Kementerian Pertanian,” papar Dedi.

Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) merupakan salah satu Program BPPSDMP yang mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian. Yaitu, tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

BPPSDMP mendorong peningkatan produksi kopra petani melalui pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan oleh Penyuluh dan Fasilitator Desa.

127 kelompok Tani di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengikuti pelatihan Sekolah Lapang dan mendapatkan bantuan saprodi pada tahun 2020. Pada tahun 2021 sebagian kelompok mendapatkan bantuan Alsintan dengan kontribusi pendanaan swadaya poktan.

Abdul Hamid, Tenaga Fasilitator Kabupaten Buol, menyampaikan bahwa bantuan Alsintan READSI untuk Kelompok Sadar Usaha dengan Komoditi Kelapa berupa oven telah digunakan oleh kelompok.

Oven pengering dengan kapasitas 7000 buah, atau sekitar 2.300 kg sekali pengasapan tersebut, adalah hasil musyawarah kelompok yang diajukan pada Program READSI tahun 2020.

Kelompok Sadar Usaha komoditi kelapa memiliki kesepakatan biaya sewa dalam pemakaian oven pengering bagi anggota kelompok dan non kelompok. Anggota kelompok dibebankan biaya sebesar Rp.75.000,- sementara anggota kelompok lainnya dibebankan biaya Rp.100.000,-.

Biaya tersebut diberlakukan sebagai operasional pemeliharaan oven pengering agar tetap terawat. Pengurus kelompok mengelola biaya sewa tersebut melalui pengelolaan kas kelompok.

Safar, Ketua Kelompok Sadar Usaha mengungkapkan bahwa bantuan dari Program READSI sangat membantu petani. Hasil dari penyewaan yang terkumpul akan dijadikan modal pengembangan usaha kelompok ke depan.

Oven pengering kopra ini sangat membantu anggota kelompok serta petani lain dalam mempersingkat proses pengeringan kopra,” katanya.

READSI Kementan sejauh ini efektif sebagai pendorong produktivitas dan kesejahteraan petani. Menjadi pilar terciptanya ketahanan pangan lokal dan nasional, READSI digulirkan di 6 provinsi dan 18 kabupaten, 342 desa. Selain Sulawesi Tengah, READSI hadir juga di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *