Kementan Dukung Penyuluh dan Petani Katingan Kuala Menerapkan CSA

oleh -467 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//KALIMANTAN TENGAH – Penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) 2020 yang dilakukan petani Katingan Kuala, Kalimantan Tengah, mendapat dukungan Kementerian Pertanian.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian selalu mendukung kegiatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Kementerian Pertanian mendukung Gerakan Ketahanan Pangan Nasional. Yang artinya, kita akan mendukung kegiatan yang berdampak pada peningkatan produktivitas, termasuk penerapan Climate Smart Agriculture (CSA) yang merupakan bagian dari SIMURP,” katanya, Minggu (05/07/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menegaskan pertanian tidak boleh berhenti.

“Penyuluh pertanian harus tetap semangat dan tetap turun ke lapangan mendampingi petani untuk menggenjot produksi pangan. Pertanian harus menghidupi sekitar 267 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Dedi.

Imbauan ini telah dilaksanakan oleh petani dan penyuluh pertanian bersama Camat Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Camat Katingan Kuala, H. Suryanto menyampaikan, musim Tanam II (Asep 2020) diwilayahnya telah ditanam padi sekitar 7.500 hektar yang saat ini berumur 45 – 50 hari yang diperkirakan akan panen raya pada pertengahan Agustus 2020.

“Kecamatan Katingan Kuala tersebut termasuk salah satu lokasi kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tahun 2020. Tujuan dari proyek SIMURP, antara lain meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP) dan produktivitas padi melalui penerapan Climate Smart Agriculture (CSA),” katanya.

Padi yang telah ditanam seluas 7.500 hektar. Dan untuk meningkatkan produktivitas, petani yang didampingi oleh penyuluh pertanian telah menerapkan CSA dengan menggunakan benih unggul dan melakukan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

“Benih padi yang ditanam meliputi variaetas Inpari 42, Inpari 32, dan Hibrida,” tutur Suryanto lagi.

Sedangkan Pimpinan BPP Katingan Kuala, Mario, memberikan informasi, bahwa sebanyak 4 kelompok tani (poktan) yang telah melakukan pengendalian OPT. Yaitu Poktan Dadi Mulyo di Desa Subur Indah melakukan pengendalian OPT pengerek batang tanaman padi seluas 48 hektare.

“Ada juga Poktan Dadi Mukti di Desa Subur Indah yang melakukan pengendalian OPT penggulung daun seluas 42 hektar, Poktan Sekar Arum di Desa Sunur Indah melakukan pengendalian OPT gulma padi seluas 64 hektare, dan Poktan Sido Maju di Desa Subur Indah melakukan pengendalian OPT ulat pengulung daun seluas 80 hektar. Semoga, dimasa mendatang rakyat Indonesia tetap kecukupan pangan dan keadaan sehat serta sejahtera,” kata Mario.(SA/NF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *