Kementan Gencar Tingkatkan Kapasitas Petani dengan IPDMIP

oleh -194 views

DOMPU – Dengan memanfaatkan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP), Kementerian Pertanian kian gencar meningkatkan kapasitas petani. Termasuk melalui kegiatan Sekolah Lapang (SL) di Poktan So Kamau, Daerah Irigasi (D.I ) Lanangga, Desa Tebalae, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

SL IPDMIP yang dilaksanakan 30 Maret  2021, telah memasuki pertemuan ke delapan. Agenda kegiatan yang dilakukan antara lain pengamatan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada LL.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, program IPDMIP banyak ilmu yang bisa diserap petani dan penyuluh.

“Di SL IPDMIP, peserta juga diajarkan inovasi dalam pertanian yang bisa membantu meningkatkan produktivitas,” ujar Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, selain mendukung Kostratani, IPDMIP juga bertujuan untuk meningkatkan nilai pertanian beririgasi secara berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan pertanian beririgasi.

“Cara ini bisa ditempuh dengan meningkatkan kemampuan SDM pertanian, salah satunya melalui aktivitas sekolah lapang,” katanya.

Penyuluh yang membina Desa Tebalae, Edi Siokain, menyampaikan bahwa petani didesa tembalae dari tahun ke tahun selalu dihadapkan dengan  beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman padi yang memiliki efek serangan berbahaya dan sangat meresahkan para petani.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh kelompok tani So Kamau, menemukan jenis hama dan penyakit utama tanaman padi antara lain, keong mas, penggerek batang, hawar bakteri dan  walangsangit .

Kalau hama dan penyakit tersebut tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar, bahkan menyebabkan gagal panen.

Pengendalian Organisme merupakan salah satu cara perlindungan  produksi dari masalah OPT dengan pengendalian yang memadukan beberapa cara pengendalian yang mengandalkan peran agroekosistem. Sesuai spesifik lokasi, tambahnya.

Nastap, Kepala Sei Penyuluhan Kabupaten Dompu, menilai terselenggaranya kegiatan SL IPDMIP dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan serta keahlian petani.

“Sebagai anggota kelompok tani So Kamau dalam hal menganalisa  dan mengamati agroekosistem/OPT dalam pengelolaan usahatani untuk meningkatkan pengamanan produksi terhadap gangguan OPT dalam peningkatan hasil produksi,” tuturnya.

Nastap menyampaikan, jumlah peserta SL ada  25 orang terdiri dari laki laki  18 orang, perempuan 7 orang dan pemuda tani 2 orang dan difasilitasi oleh Penyuluh, PP swadaya, Petugas POPT dan Staff lapangan. Sedangkan  supervisor  DPIU, KJF, Distanbun Kabupaten Dompu dan TPM.

PIC kegiatan IPDMIP provinsi NTB dan NTT, Yulia TS, menyampaikan bahwa beda jenis hama beda penanganannya. misal hama penggerek batang padi suka padi karena batangnya lunak, mengatasinya bisa dengan menanam tanaman lain yang batangnya lunak buat mengalihkan perhatian hama dari padi.

“Tetapi cara itu ngga bisa dipakai buat hama lain. Bisa juga memanfaatkan tanaman refugia yang menghadirkan dan meningkatkan musuh alami terhadap hama perusak tanaman,” tuturnya.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *