Kementan Imbau Petani Sumenep Manfaatkan Asuransi

oleh -162 views

SUMENEP – Akibat hujan deras yang turun beberapa hari belakangan, puluhan hektare tanaman padi milik petani di Kabupaten Sumenep, Madura, tertutup banjir dan terancam gagal panen. Kementerian Pertanian mengajak petani untuk memanfaatkan asuransi agar terhindar dari kerugian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus mewaspadai cuaca buruk yang melanda sejumlah daerah beberapa hari belakangan.

“Disejumlah daerah, intensitas curah hujan semakin tinggi. Akibatnya terjadi banjir dan mengganggu pertanian. Sebagai langkah antisipasi, petani lebih baik mengasuransikan lahan agar tidak menderita kerugian,” katanya Kamis (7/1/2021).

Hal senada disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy.

“Dalam kondisi cuaca buruk seperti ini, asuransi adalah pilihan terbaik. Sebab, asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana yang bisa membantu meringankan beban petani jika terjadi gagal panen akibat perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, atau serangan organisme pengganggu tanaman,” katanya.

Sarwo Edhy mengatakan, asuransi memiliki klaim yang bisa dimanfaatkan petani untuk kembali tanam jika gagal panen.

“Ada klaim sebesar Rp 6 juta per hektare yang akan diberikan pihak asuransi terhadap lahan yang gagal panen. Selain itu, ada subsidi yang diberikan pemerintah sehingga premi yang harus dibayar petani lebih ringan,” katanya.

Di Sumenep, tanaman padi milik petani yang ada di wilayah Kecamatan Batuan terancam membusuk jika banjir tak kunjung surut. Seperti tanaman padi di Desa Patean, Desa Gung-Gung.

Padi-padi petani yang rata-rata baru tanam sekitar satu pekan itu terendam dan hanyut.

Bahkan beberapa benih padi yang siap tanam terbawa air banjir menumpuk disaluran pembuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *