Kementan Optimis Kepulauan Yapen Papua Menuju Kedaulatan Pangan

oleh -86 views

PAPUA – Ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan salah satu target  program Kementerian Pertanian. Tujuannya adalah menyediakan pangan sehat, murah, mudah dan terjangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia yang berjumlah 267 juta.

Sebagai implementasi program tersebut, dibuat berbagai kegiatan dalam rangka menyediakan pangan tepat jumlah, waktu dan kualitas sesuai standar kebutuhan yang telah disepakati.

Berbagai aksi tersebut telah pula dijabarkan melalui BPP Kostratani. BPP Kostratani juga memfasilitasi, meningkatkan, menguatkan dan mendorong berbagai upaya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan dengan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) pertanian akan lebih maju, mandiri, modern.

“Semua komoditas andalan seperti padi, jagung dan lainnya, diharapkan dalam penanganan dan pengelolaan yang baik, rendah pestisida dan berkualitas serta telah dimaksimalkan dengan menggunakan alat dan mesin  pertanian (alsintan) agar efisiensi dan efektifitasnya lebih baik,” katanya.

Sebagai institusi yang berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah menindaklanjuti kebijakan program Kementan.

Caranya, melalui berbagai pelatihan, penyuluhan dan pendidikan untuk menyiapkan agar SDM pertanian memenuhi syarat membantu dan mendorong peningkatan produktivitas dan produksi yang menjadi target pemerintah.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, juga menegaskan, meskipun ditengah pandemi Covid-19, sektor pertanian tidak boleh berhenti.

Bahkan peran Kostratani justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekspor yang berbasis IT (Information Technology).

“Seperti keadaan sekarang ini, Kostratani yang pusat gerakannya ada pada setiap kecamatan di seluruh Indonesia, saat ini gencar berperan dalam penyediaan stok pangan di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dedi.

Salah satu unggulan kegiatan dari BPPSDMP, telah diterjemahkan unit pelaksana teknis, seperti Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, yang dalam menyelenggarakan Pelatihan Tematik Pengolahan Hasil Ubi Kayu dan Ubi Jalar di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua.

Penyelenggaraan pelatihan tersebut didasarkan pada masalah-masalah spesifik pembangunan pertanian di wilayah cakupan kerja BBPP Ketindan pada Tahun 2021.

Tema dipilih sesuai dengan kebutuhan daerah dan komoditas spesifik unggulan yang bisa digenjot produktivitasnya.

Harapan dari aktivitas yang terpadu dan tersinergi tersebut adalah lebih mempercepat dalam mewujudkan kedaulatan pangan melalui kostratani tingkat kecamatan yang menjadi program unggulan Kementan untuk Indonesia sejahtera.

Beberapa metodologi telah dilakukan dan telah diamati hasilnya bahwa teknologi spesifik lokasi sangat berperan penting untuk terus dikembangkan.

Sehingga muncul kegiatan yang bernama Pelatihan Tematik Pengolahan Hasil Ubi Kayu dan Ubi Jalar Bagi Penyuluh, kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 20-22 September 2021 dengan fasilitator yang berasal dari Widyaiswara BBPP Ketindan, praktisi dan narasumber Kabupaten Kepulauan Yapen.

Jumlah jam berlatih sebanyak 24 jam dengan alokasi waktu 45 menit disertai kurikulum dan jadwal sesuai dengan tema kebutuhan daerah dan komoditas spesifik unggulan daerah masing-masing.

Kegiatan tidak berhenti pada pelatihan diatas, dengan adanya inisiasi dari Koordinator BPP Indanda Yapen Selatan, Darman, menyelenggarakan kegiatan tindak lanjut dari Pelatihan Tematik Pengolahan Hasil Ubi Kayu dan Ubi Jalar Bagi Penyuluh.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 25 Oktober 2021 yang bertempat di BPP Indanda, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Welem Antaribaba, serta disaksikan oleh Penyuluh Kabupten Supervisor BPP Kosiwo, Naryono dan Penyuluh Kabupaten Supervisor BPP Indanda, Tinem Sularto.

“Kegiatan tindak lanjut diikuti oleh 11 peserta penyuluh yang berasal dari 2 Distrik yaitu Distrik Anataurei sebanyak 6 orang Penyuluh dan Distrik Yapen Selatan sebanyak 5 orang Penyuluh,” katanya.

Hilirisasi yang dipraktekan yaitu pengolahan cake cassava, cake ubi jalar, mie ubi jalar dan brownies ubi jalar. Harapan besar Rivana Agustin sebagai Widyaiswara BBPP Ketindan yaitu, agar semua peserta dapat menjadi wirausahawan yang handal, kreatif, produktif dan inovatif sehingga nantinya dapat mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat disosialisakan ilmu pengolahan hasil ubi kayu dan ubi jalar hingga pada tingkat petani di wilayah kerja penyuluh pertanian masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *