Kementan Tegaskan Kostratani Ujung Tombak Peningkatan Kapasitas Produksi

oleh -91 views

SERANG – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar “Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik Mendukung Kostratani” di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, Jumat (20/11/2020). Salah satu hal yang ditekankan adalah bagaimana budidaya tanaman sistem hidroponik ini dapat meningkatkan produktivitas yang merupakan tujuan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjabarkan, budidaya tanaman menggunakan sistem hidroponik yang kini tengah marak di masyarakat perkotaan perlu didukung lantaran menjadi langkah yang baik dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Pertanian perkotaan (urban farming) melalui budidaya tanaman sistem hidroponik selain bisa menambah pendapatan juga mendukung langkah pemerintah dalam rangka ketahanan pangan,” kata Mentan SYL.

Katanya, dunia pertanian menjadi satu di antara sektor penting, sebab berhubungan dengan kedaulatan pangan Tanah Air. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, Mentan SYL meminta semua pihak mesti aktif menemukan berbagai cara untuk terus mengembangkan pertanian berbasis teknologi.

“Tren hidroponik ini harus terus dikembangkan didukung dengan teknologi yang didorong sosialisasinya oleh Kostratani,” kata Mentan SYL.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, pertanian sistem hidroponik tak membutuhkan lahan yang luas. Dedi meminta kepada penyuluh untuk menggenjot pertanian sistem hidroponik yang berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas.

Menurutnya, sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta, Banten melalui Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) siap mengembangkan sistem hidroponik.

“Maka dari itu, penyuluh pertanian dan Kostratani memikul tanggung jawab untuk mengembangkan sistem hidroponik ini. Tujuannya adalah peningkatan kapasitas produksi. Kalau produktivitas meningkat, berarti tujuan pembangunan pertanian kita tercapai. Kalau produktivitas tinggi, kita bisa mensuplai pangan untuk warga Jakarta. Itu artinya duit,” ujar Dedi, Jumat (20/11/2020).

Dedi menegaskan jika Kementan mendukung penuh sistem hidroponik. Salah satu bentuk dukungannya melalui Kostratani yang akan men-support kegiatan pelatihan kepada penyuluh dan petani. “Di sini ada BPTP Banten yang akan men-support pelatihan, pendampingan dan pengawalan sistem hidroponik ini yang akan menggenjot produktivitas,” ujarnya.

Tak ada kata lain, produktivitas menurutnya adalah hal utama yang harus dikejar mengingat tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi seluruh rakyat indonesia. “Maka itu, jadilah penyuluh yang dirindukan dan dicintai petani. Kalau penyuluh dirindukan dan dicintai petani, berarti dia intensif bersama petani. Berarti sudah banyak silaturahmi yang dia bangun. Kalau penyuluh selalu bersama petani, dirindukan dan dicintai petani, maka apapun pesan yang disampaikan akan berhasil diserap petani,” tutur Dedi.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti menjelaskan, posisi Banten yang sangat strategis sebagai penyangga Ibu Kota Jakarta memiliki pola pertanian yang bervariasi, baik di perkotaan maupun pedesaan dengan lahan yang luas. “Sehingga, penanganan pertanian harus lebih bervariasi, spesifik sesuai agrosistem masing-masing. Pada pertanian yang memiliki lahan luas kita mendorong pemanfaatan lahan yang masih bisa diberdayakan. Pertumbuhan produksi difokuskan pada lahan tersebut. Potensi ekspor cukup bagus, ada komoditas spesifik yang dapat diekspor seperti gula semut, melinjo, singkong dan lainnya,” tutur dia.

Di sisi lain, Idha juga menegaskan jika pihaknya terus mendorong urban farming. Sekecil apapun lahan yang dimiliki dapat dimanfaatkan, salah satunya melalui hidroponik ini. “Di era perubahan kita harus berpikir ketika ada keterbatasan lahan, kita tidak boleh berhenti melakukan kegiatan pertanian. Kita tidak melebar ke samping, tapi kita bisa melebar ke atas. Tidak ada batasan untuk mengembangkan pertanian ke atas. Ini yang terus kita dorong,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *