Kementan Tingkatkan Kapabilitas Pimpinan dalam PKN Angkatan XVII

oleh -64 views

CIAWI – Selain peningkatan produksi pertanian, peningkatan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, hingga kapabilitas SDM juga terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVII, di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/8).

Pelatihan diikuti 67 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Dari Kementerian Pertanian ada 36 orang yang ambil bagian, sementara 2 peserta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Sementara Kementerian Perdagangan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim 3 peserta, dan 10 orang dari Polri. Peserta lainnya adalah perwakilan dari Provinsi Banten, Jawa Timur, Riau, dan Jawa Barat, masing-masing dengan 6 peserta.

Ada 4 materi utama yang disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu tata kelola diri, pengambilan keputusan strategis, manajemen strategis, dan aktualisasi kepemimpinan hingga aktualisasi program.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, peningkatan kapabilitas SDM sangat penting.

“Untuk membangun pertanian, hal pertama yang harus dibangun adalah SDM pertanian. Karena, SDM pertanian adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produksi pertanian. Jadi kalau ingin membangun pertanian, bangun dahulu SDM-nya,” tutur Dedi Nursyamsi.

Dedi menambahkan, posisi seorang pemimpin sangatlah vital. Untuk itu, melalui program PKN Tingkat II Angkatan XVII diharapkan muncul pemimpin berkualitas.

Sementara Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah, mengatakan jika pelatihan digelar agar level pimpinan di sektor pertanian bisa terus berinovasi dan menghadirkan terobosan-terobosan untuk memajukan pertanian.

“Salah satu tujuan dari dilaksanakannya PKN II Angkatan XVII adalah untuk memimpin perubahan dengan beragam inovasi. Yang tentunya bisa meningkatkan produktivitas secara menyeluruh,” ujarnya.

Ditambahkan Siti Munifah, dari pelatihan ini diharapkan level pimpinan di Kementan bisa mengambil kebijakan yang baik.

“Pimpinan di Kementerian Pertanian diharapkan bisa terus menghadirkan ide-ide dan inovasi untuk mendukung pertanian. Dengan demikian, kita berharap target menjadikan Indonesia swasembada pangan bisa terwujud,” katanya.

Pembukaan PKN Tingkat II Angkatan XVII sendiri dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto.

Mentan SYL mengatakan pemimpin memiliki tanggung jawab besar. Menurutnya, jabatan berasal dari Tuhan, jadi pemimpin harus bertanggung jawab terhadap semuanya.

“Pimpinan juga seorang dirijen, harus bisa mengarahkan dan mengambil keputusan khususnya menyangkut kebijakan.

Mentan menambahkan, peserta PKN II Angkatan XVII harus amanah dengan jabatan yang diembannya.

“Peserta harus menyayangi jabatan yang diembannya. Harus amanah. Mereka juga harus bisa mendelegasikan setiap tugas. Apalagi, masalah sekarang ini tidak biasa. Jadi, dibutuhkan cara-cara kerja yang luar biasa. Harus berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, ciri pemimpin berkualitas bisa ditandai melalui beberapa aspek. Diantaranya karakter, kapasitas, literasi. Untuk karakter dilihat dari ibadahnya dan etos kerja. Sedangkan kapasitas seorang pemimpin bisa dilihat dari sikap kritis, kreatif, hingga kekuatan network-nya.

Adapun ciri literasi ditandai dengan beragam pelatihan, seperti manajemen pengelolaan keuangan. Kekuatan literasi juga didasarkan pada budaya hingga modernisasi dan penguasaan teknologi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *