Kementan Tingkatkan Kemandirian Petani di Lampung

oleh -47 views

WAY KANAN – Kementerian Pertanian mengajak para petani di Kabupaten Way Kanan, Lampung, agar lebih mandiri. Caranya, melalui BPP Lampung, Kementan mengajarkan cara membuat pupuk.

Hal tersebut dilakukan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung dalam pelatihan pengembangan teknologi berbasis pelestarian lingkungan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendukung kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini sejalan dengan semangat yang juga tagline Kementan, agar pertanian menjadi maju, mandiri, dan modern,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan hal serupa.

“Peningkatan SDM pertanian harus terus dilakukan. Karena, SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian,” katanya.

Pelatihan yang dilakukan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung Pelatihan Teknis Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati bagi Non Aparatur. Kegiatan ibi dilaksanakan di Balai Kampung Suka Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan.

Pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Way Kanan, Maulana, ini akan dilaksanakan sampai Rabu mendatang.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Way Kanan dan Koordinator Penyuluh Kecamatan Buay Bahuga, Suwito.

Menurut Suwito, sumber daya alam yang ada di Kabupaten Way Kanan, khususnya Kecamatan Buay Bahuga sangat mendukung untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk. Sehingga petani diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pupuknya sendiri dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar lahannya.

“Kita tinggal meningkatkan keterampilan dan kemauan petaninya supaya mau memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sawahnya untuk dijadikan bahan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati,” tutur Suwito.

Pernyataan itu diiyakam Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Way Kanan, Maulana.

“Kita harus bersemangat untuk membangkitkan pertanian yang sehat, ramah lingkungan dan bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Maulana juga mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pertanian yang dalam hal ini kepada Balai Pelatihan Pertanian Lampung, yang telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknis Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati di Kabupaten Way Kanan.

Adi  Destriadi, selaku pelaksana pelatihan, menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah menumbuhkan semangat dan motivasi bahwa petani di Way Kanan harus mampu memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri dengan memanfaatkan bahan bahan yang tersedia di lingkungan sawahnya.

“Kami mengharapkan pelatihan ini menjadi salah satu solusi yang dibutuhkan petani untuk menjawab permasalahan sulitnya ketersediaan pupuk. Sehingga petani Way Kanan tidak lagi tergantung dengan ketersediaan pupuk pabrik apalagi tergantung dengan pupuk subsidi,” ujar Doktor alumnus Universitas Lampung ini menutup sambutannya.

Pelatihan ini menghadirkan praktisi pertanian organik yang memang menggeluti usaha pertanian organik yang berasal dari P4S Serasan, Al Muktadir.

Adi Destriadi menyampaikan bahwa semua proses pembelajaran ini diperuntukan untuk peserta.

“Jadi, apabila ada hal yang perlu ditanyakan, didiskusikan, jangan sungkan sungkan untuk disampaikan. Supaya setelah selesai pelatihan ini, Bapak Bapak semua mampu membuat dan mengaplikasikan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati langsung ke lahan sawahnya,” tutup Adi. (Maida/Sft)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *