Kepala BPPSDMP: Kostratani Jadi Sentra Gerakan Pembangunan Pertanian Indonesia

oleh -49 views

LOMBOK TIMUR – Pembangunan pertanian terus dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satu cara yang ditempuh adalah memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Untuk mewujudkan hal itu, BPPSDMP terus mentransformasikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Kostratani di seluruh Indonesia. Termasuk di Kecamatan Selong, Kabupaten Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Launching Kostratani dilakukan Rabu (21/10/2020), oleh Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Pada kesempatan itu, Dedi memaparkan peran strategis Kostratani dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menurutnya pertanian identik dengan sawah, kebun dan ladang yang berada di desa-desa. “Maka, kecamatan jadi sentra gerakan pembangunan pertanian,” kata Dedi dalam paparannya.

Kostratani yang berada di kecamatan dilengkapi dengan sistem IT seperti komputer, modem dan jaringan internet.

“Kostratani ini berada di kecamatan. Komandannya adalah camat, pelaksana hariannya adalah BPP di-support penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi Kostratani melibatkan seluruh komponen bangsa yang ada di tingkat kecamatan,” tutur dia.

Dengan melihat semangat para penyuluh, Dedi optimistis tantangan adaptasi dengan dunia digital di Kostratani bukan menjadi hambatan. Apalagi, pemerintah daerah mendukung betul gerakan Kostratani yang ditandai dengan pemasangan internet di seluruh Lombok Timur.

“Jadi, dengan melihat semangat penyuluh, dengan waktu singkat saya kira mereka akan siap beradaptasi dengan digitalisasi ini. Apalagi pemerintah men-support betul Kostratani ini dengan pemasangan jaringan internet hingga ke pelosok seluruh Lombok Timur,” katanya .

Wakil Bupati Lombok Timur, H Rumaksi SJ menegaskan dukungannya kepada Kostratani untuk semakin meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayahnya. Dukungan itu tak main-main berupa pemasangan internet yang bisa dimanfaatkan Kostratani dalam menjalankan programnya.

“Tidak ada blank spot di Lombok Timur ini, semuanya sudah tersentuh internet. Jadi, salah satunya untuk mendukung Kostratani jaringan internet telah kita pasang di seluruh wilayah Lombok Timur, bahkan hingga ke pelosok-pelosok,” kata dia.

Rumaksi juga mengucapkan terima kasih kepada Kementan atas program yang telah diluncurkannya ini. Menurut dia, peningkatan kapasitas bagi petani dan penyuluh akan bermanfaat untuk memajukan sektor pertanian Indonesia, khususnya di kabupaten yang dipimpinnya.

“Ini akan sangat bermanfaat betul bagi kami. Selama ini kabupaten kami angka kemiskinannya terbanyak dibanding daerah lain. Begitu juga pengangguran yang merupakan angka terbanyak,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Rumaksi memaparkan kondisi tak ideal penyuluh jika dibandingkan dengan luasan lahan di daerah pimpinannya. “Tenaga penyuluhnya sangat kurang dibanding rasio luas areal sawah. Ini yang menjadi masalah kami di samping sarana dan prasarana bagi petugas PPL,” tuturnya.

Ia bercerita, ketika kali pertama dilantik langsung dihantam gempa bumi.

“Kami tak menjalankan visi misi. Kami langsung menanggulangi gempa. Sampai kini korban masih ada yang belum direhabilitasi. Belum selesai gempa, saat ini datang Covid-19 yang membuat semakin terpuruk,” ujarnya.

Ia memaparkan kondisi pertanian di daerah yang dipimpinnya. Sebagai Ketua HKRI Lombok Timur, Rumaksi sadar betul jika Kecamatan Sembalun berpotensi besar sebagai pusat pengembangan pertanian. Itu sebabnya Kecamatan Sembalun ditetapkan sebagai sentra bibit bawang putih.

“Masalahnya adalah pascapanen. Harus ada yang ditunjuk untuk membeli hasil panen kami. Tahun ini panen bagus,” papar dia.

Camat Selong, Usman berharap ke depan Kostratani semakin solid untuk meningkatkan hasil produksi pertanian Indonesia.

“Kita berharap gerakannya ke depan akan semakin meningkatkan produksi petani. Itu yang akan kita upayakan meski ada kendala SDM. Tapi dengan Kostratani ini kami optimistis target tersebut dapat tercapai,” tuturnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginginkan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) akan lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan menuju pertanian maju, mandiri dan modern.

“Peran itu nantinya digerakkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” ujarnya.

Selain itu, Mentan SYL menilai Kostratani di desain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan peningkatan SDM dan teknologi, Mentan SYL optimistis pertanian Indonesia akan bertransformasi menjadi pertanian unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *