Kostratani Diluncurkan di Praya Lombok Tengah, Kementan Fokus Tingkatkan SDM Pertanian

oleh -54 views

LOMBOK TENGAH – Kementerian Pertanian, melalui Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), meluncurkan Kostratani di Praya, Lombok Tengah, Selasa (20/10/2020). Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Kementan untuk meningkatkan kapasitas SDM Pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian ini mutlak harus ditingkatkan oleh karena sistem pertanian kita telah berkembang pesat.
“Pertanian kita sedang bertransformasi dari pola tradisional menjadi sistem yang modern, maju dan mandiri. Pola-pola lama tak bisa lagi digunakan untuk menentukan kemajuan pertanian hari ini dan di masa mendatang,” kata Mentan SYL.

Mentan SYL menegaskan peran penting penyuluh dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Menurutnya, penyuluh adalah garda terdepan pertanian.

“Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Oleh sebab itu, mereka harus selalu ada di lapangan, harus selalu ada dan mendampingi petani agar produktivitas pertanian tetap terjaga. Hal ini tentunya untuk mendukung ketahanan pangan,” tuturnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan, saat ini pihaknya tengah fokus meningkatkan SDM pertanian Indonesia. Dedi menegaskan kebangkitan pertanian harus dimulai dari kebangkitan SDM.

“Kami terus menggenjot Kostratani. Kostratani ini intinya adalah pemberdayaan BPP, penyuluh dan petani. Kebangkitan pertanian harus dimulai dari kebangkitan petaninya, kebangkitan penyuluhnya. Oleh karena itu, kita bekerjasama dengan Pemkab Lombok Tengah untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh melalui program Kostratani,” kata Dedi di Rumah Dinas Bupati Lombok Tengah (Loteng).

Ia bersyukur Pemkab Loteng memberikan dukungan penuh program Kostratani Kementerian Pertanian. Ia yakin sinergi Pemkab Loteng dan Kementerian Pertanian akan semakin meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh, yang pada akhirnya bermuara pada kemajuan sektor pertanian Indonesia.

“Support Pemkab Lombok Tengah sangat baik. Apalagi anggaran pun disiapkan oleh Pemkab Lombok Tengah untuk program dan kegiatan pertanian, khususnya program Kementan. Saya berharap hasilnya nanti akan sangat luar biasa. Bersama-sama kita meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Dedi.

Selain Kostratani, Dedi menyebut BPPSDMP memiliki program IPDMIP untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani, utamanya yang berada di jalur irigasi. “Program itu bekerjasama dengan Kementerian PUPR. Kalau kita saling bersinergi hasilnya akan sangat baik,” ungkapnya.

Menurut Dedi, petani dan penyuluh, BPP dan Kostratani harus menjadi gerakan utama pembangunan pertanian Indonesia. Untuk itu, langkah pertama yang harus dibenahi adalah pelaporan.

“Kita sedang membangun bagaimana mekanisme pelaporan tersebut. Kita memanfaatkan internet untuk mendobrak birokrasi dalam hal pelaporan ini. Sekarang pelaporan bisa dilaporkan dari BPP, kostratani secara langsung,” katanya.

Ia menilai pelaporan BPP perlu dipersingkat lantaran dinamika di lapangan harus menyesuaikan dengan potensi yang dimilikinya.

“Ada daerah sesuai potensinya itu pertanian, peternakan, holtikultura, perkebunan. Pelaporan BPP cukup berat. Kami menyederhanakan agar mudah bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Menurutnya, akurasi pelaporan amat penting oleh karena berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil nantinya.

“Pelaporan ini untuk kepentingan kecamatan, BPP dan daerah. Berdasarkan laporan ini kita alokasikan pupuk, benih, obat-obatan, sentra beras dan lain sebagainya. Dari laporan ini pula distribusi ditentukan kapan akan dilakukan. Oleh karena itu, penting akurasinya karena untuk kegiatan BPP. Kalau pelaporan salah, kegiatan salah. Kalau tepat, programnya juga tepat. Dengan cara seperti ini pembangunan pertanian ke depan akan semakin baik,” tuturnya.

“Tujuan pembangunan pertanian menyediakan pangan cukup bagi Indonesia. Kemudian menyejahterakan petani dan menggenjot ekspor. Maka yang harus digenjot adalah produktivitas kalau ingin mencapai tujuan itu,” tambah Dedi.

Sementara Bupati Loteng, H Muhammad Suhaili FT mengucapkan terima kasih atas program Kementerian Pertanian yang berupaya terus menerus meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh.

“Kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas tumbuh kembang dan peningkatan kapasitas dan penyuluh kita yang sangat dibutuhkan ini. Ini adalah program peningkatan kapasitas dan sarana prasarana sebagai penunjang tugas penyuluh. Selayaknya angin segar untuk kami di Lombok Tengah. Kami siap apa yang ditugaskan kepada kami,” katanya.

Bupati berharap sektor pertanian di daerah yang dipimpinnya dapat lebih meningkatkan produktivitas sehingga semakin memberikan kontribusi yang besar kepada pemerintah.

“Apalagi pemerintah tengah gencar melaksanakan program food estate. Semoga kami bisa memberikan kontribusi dalam ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *