Kostratani Modernisasi Petani dan Penyuluh Indonesia

oleh -62 views

LOMBOK UTARA – Kementerian Pertanian terus mengembangkan kemampuan petani dan penyuluh. Salah satunya melalui pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Komando Strategis Pengembangan Pertanian (Kostratani). Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian terus mendorong terciptanya BPP Kostratani di seluruh Indonesia, salah satunya di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menceritakan pengalamannya berkunjung ke negara-negara maju di hadapan penyuluh dan petani di Kecamatan Pemenang. Dari kunjungan kerjanya ke negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, China, Korea Selatan, Australia dan sejumlah negara maju lainnya.

“Amerika Serikat menguasai industri persenjataan dunia, Jepang menguasai industri otomotif, teknologi handphone dikuasai oleh Korsel, Australia menguasai peternakan dan China saat ini menguasai dunia di bidang ekonomi. Perdagangannya cukup baik, neracanya surplus. Negara-negara maju tersebut dimulai dari majunya sektor pertanian,” kata Dedi saat Launching Model BPP Konstratani Kecamatan Pemenang di UPTD/BPP-KPP Kecamatan Petang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (22/10/2020).

Berangkat dari hal tersebut, Dedi memiliki keyakinan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian ditentukan oleh kebangkitan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, dalam hal ini petani dan penyuluh.

“Sejarah dan fakta menunjukkan bahwa kemajuan negara harus dimulai dari kemajuan pertaniannya. Jangan bermimpi jadi negara maju kalau pertanian masih datar-datar saja,” tegas dia.

Di negara-negara maju itu juga menurut Dedi petani merangkap sebagai pengusaha pertanian. “Di sana yang namanya petani ya pengusaha pertanian,” ujarnya.

Untuk itu, Dedi berkomitmen akan terus memodernisasi pertanian Indonesia. Menurut Dedi, Kostratani adalah jawaban untuk memajukan dan memodernisasi sistem pertanian Indonesia.

“Kalau pertanian ingin maju tidak ada jalan lain, petani dan penyuluh harus pintar. Kalau tidak pintar, produktivitas tidak akan tinggi. Kalau produktivitas tidak tercapai maka tidak mungkin mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Artinya, tujuan pertanian Indonesia tidak tercapai. SDM pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas,” tutur dia.

Dedi memaparkan peran strategis Konstratani dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menurut dia, pertanian identik dengan sawah, kebun dan ladang yang berada di desa-desa.

“Maka, kecamatan jadi sentra gerakan pembangunan pertanian,” kata Dedi dalam paparan dan arahannya.

Penguatan pembangunan itu akan menyentuh dua hal yakni fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik BPP Kostratani menyentuh pada sarana dan prasarana, termasuk penguatan sistem IT seperti komputer, modem dan jaringan internet.

“Di saat yang sama juga kita akan genjot pemberdayaan penyuluhnya. Kapasitasnya kita tingkatkan melalui berbagai macam pelatihan tematik pertanian,” papar dia.

Pemberdayaan petani juga akan dilakukan melalui berbagai macam pemberian ilmu pengetahuan holistik di sektor pertanian.

“Kemudian juga kapasitas petaninya. Kita akan beri pelatihan bagaimana cara bercocok tanam yang baik, bagaimana cara mengakses modal, bagaimana cara mengolah hasil panen sehingga harganya bagus. Itu yang akan kami genjot. Kami akan mempercepat proses pembangunan SDM pertanian melalui Kostratani,” tegasnya.

Dedi memaparkan tujuan dari penguatan SDM ini adalah terjadinya peningkatan produktivitas hasil pertanian.

“Tujuan kami memberdayakan penyuluh dan petani agar produktivitas meningkat. Kalau produktivitas tinggi, sudah pasti penyuluhnya aktif. Begitu juga sebaliknya. Maka semua BPP akan kita perkuat, termasuk di Lombok Utara ini. Ada 5.733 BPP yang bisa saling berdiskusi dan curhat dan berkoordinasi,” kata Dedi.

“Kostratani ini berada di kecamatan. Komandannya adalah camat, pelaksana hariannya adalah BPP di-support penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi Kostratani melibatkan seluruh komponen bangsa yang ada di tingkat kecamatan. Kostratani ini pusat gerakan pembangunan pertanian indonesia,” tambah Dedi.

Bupati Lombok Utara, H Sarifudin menyambut baik program penguatan petani dan penyuluh melalui Kostratani. Ia melihat ada potensi besar jika penyuluh dan petani diberdayakan. Ia berkomitmen untuk mengawal program Kostratani.

“Kami akan mengawal dan berkomitmen untuk program Kostratani. Kami siap mendukung agar petani kita kembali jaya,” tegas bupati.

Sarifudin bercerita, sejak awal berdirinya kabupaten yang dipimpinnya, tolok ukur pembangunan berada pada sektor pertanian. Hanya saja, penguatan SDM sektor pertanian sempat terkendala, utamanya ketika bencana gempa melanda.

“Kami berterimakasih atas dukungan dari Kementerian Pertanian yang berkomitmen melakukan penguatan SDM pertanian di sini. Sejak awal kabupaten ini berdiri, kami memang sudah berkomitmen memperkuat sektor pertanian,” kata dia.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menginginkan program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) diharapkan akan lebih cepat menggerakkan pembangunan pertanian pedesaan menuju pertanian maju, mandiri dan modern.

“Peran itu nantinya digerakkan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pelaksanaan Kostratani dengan mengefektifkan penyuluhan dan meningkatkan keahlian para penyuluh pertanian,” ujarnya.

Selain itu, Mentan SYL menilai Kostratani di desain agar bisa mengidentifikasi potensi komoditas unggulan lokal yang bisa mengungkit pendapatan dan kesejahteraan petani. Dengan peningkatan SDM dan teknologi, Mentan SYL optimistis pertanian Indonesia akan bertransformasi menjadi pertanian unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *