Kunjungi Solo, Mentan SYL Dorong Pengembangan Lahan Bedengan dan Tanaman Jamu

oleh -77 views

SOLO – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo, Jawa Tengah. Di Solo, Mentan SYL bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Dalam kesempatan itu, Mentan SYL menerangkan Solo merupakan barometer berbagai kegiatan ekonomi dan sosial di Indonesia. 

“Itu pemahaman kami. Oleh karena itu, ukuran dari apapun, proses-proses akselerasi ekonomi dan sosial di Kementan, itu salah satunya adalah Solo ini, terutama tentu saja terkait dengan masalah Covid-19. Bapak Presiden meminta semua menteri ada di lapangan. Menteri tentu harus menggunakan protokol yang ketat, tetapi kita harus ada di lapangan untuk bisa bersama-sama dengan masyarakat menghadapi Covid-19 ini,” kata Mentan SYL di Balai Kota Solo, Jumat (30/7/2021).

Mentan SYL melanjutkan, meski Indonesia tengah dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, namun sektor pertanian harus terus tetap berproduksi. “Produktivitas pertanian harus dijamin agar terus berjalan. Oleh karena itu, hari ini saya berada di Solo menemui Pak Wali Kota untuk memastikan hal itu,” kata Mentan SYL.

Menurut Mentan SYL, meski Solo tak memiliki lahan pertanian yang luas, namun bukan berarti menghambat sektor pertanian berkembang luas. Dengan teknologi modern, pertanian dapat dikembangkan dengan baik meski di perkotaan. “Bertani itu sekarang tidak harus dengan lahan yang besar. Bertani dalam ruangan pun bisa. Oleh karena itu, saya bersama Pak Wali Kota menyatakan bahwa ada power treasure lahan-lahan untuk membuat bedengan. Mari dan coba semua yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, dari perbincangannya bersama Wali Kota Gibran, Solo merupakan wilayah yang kaya akan tanaman yang bisa digunakan untuk jamu-jamuan, obat-obatan, kosmetik untuk luluran dan lain sebagainya. Mentan SYL memastikan akan mengerahkan teknologi dan kemampuan yang dimiliki oleh instansinya untuk mendukung penuh apa yang menjadi kekuatan pertanian Solo. “Terutama program-program yang terkait dengan kepentingan rakyat yang bisa dilakukan di Solo,” ucapnya.

Tak hanya mengunjungi Solo, Mentan SYL menegaskan nantinya akan mengunjungi Kecamatan Ngemplak di Kabupaten Boyolali. Di sini, Mentan SYL akan mendorong pengembangan korporasi lahan pertanian pekarangan rumah. Selain Boyolali, wilayah lain yang akan dikunjungi Mentan SYL adalah Madiun. 

Kunjungan ke Madiun sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempersiapkan pabrik pengolahan porang. “Apakah betul nanti (porang) bisa menjadi beras. Jadi bukan hanya di Solo, saya kebetulan jalan, jadi banyak hal yang bisa saya kerjakan,” tutur Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, pihaknya siap memberikan dukungan terhadap pengembangam sektor pertanian di Kota Solo ini. Ditjen PSP sendiri menurut Ali memiliki banyak program yang bisa dikolaborasikan agar peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian di Kota Solo semakin baik.

Salah satunya adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian. “KUR Pertanian ini mengakselerasi pertumbuhan perkonomian dasar masyarakat. Tentu hal ini sesuai dengan program Bapak Presiden yang mendorong agar perekonomian dasar masyarakat agar tetap dapat bergulir di tengah pandemi ini,” papar Ali.

KUR Pertanian juga dikatakan Ali memiliki banyak manfaat, tak hanya bagi pengembangan pertanian, tetapi untuk petani itu sendiri. “KUR mendorong tingkat produktivitas pertanian di suatu daerah yang berorientasi pada peningkatan taraf kesejahteraan petani. Jadi, KUR ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” ujarnya.

Di sisi lain, program yang bisa diakselerasi adalah alat mesin pertanian (alsintan). Ditjen PSP, Ali melanjutkan, memiliki program pengadaan alsintan bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani maupun gabungan kelompok tani untuk mendorong moderasi sektor pertanian. “Alsintan ini membantu petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Alsintan ini juga adaptasi pola pertanian modern yang saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia,” papar Ali.

Selain kedua program tersebut, Ali menyebut Ditjen PSP masih memiliki banyak program lainnya yang bisa disinkronkan di antaranya adalah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), optimasi lahan, irigasi pertanian, pupuk subsidi, Kartu Tani dan lain sebagainya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *