KUR Pertanian Diandalkan Pulihkan Perekonomian Petani Pangandaran

oleh -311 views

PANGANDARAN – Dalam penanggulangan ekonomi masyarakat petani di masa Pandemi Covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pangandaran melakukan beberapa upaya. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dinilai sebagai salah satu solusi, menjadi tumpuan utama untuk meningkatkan perekonomian petani yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian dialokasikan mencapai Rp 70 triliun. Dana ini bisa dimanfaatkan para petani di seluruh Indonesia. Dalam jangka pendek, penyaluran KUR juga diharapkan dapat menangkal dampak pandemi Covid-19.

“Sektor pertanian tidak boleh goyah akibat Covid-19. KUR ini juga sebagai upaya agar dampaknya tidak sampai memukul perekonomian petani,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), Rabu (3/3).

Mentan mengajak para petani dan pimpinan daerah untuk memanfaatkan layanan KUR ini demi meningkatkan kinerja sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

“Program ini sudah dikendalikan dengan aturan main yang cukup ketat karena langsung diawasi para pimpinan daerah. Kalau ini termanfaatkan dengan baik, maka tidak perlu lagi petani ngambil pinjaman dari mana-mana yang bunganya besar-besar,” ujarnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, Kementan tahun 2021 ini diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 70 triliun. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budidaya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan, serta peternakan.

“Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu. Ke depan, pihaknya akan mendorong pemanfaatan KUR di sektor hilir, misalnya untuk pembelian alat mesin pertanian (Alsintan),” kata Sarwo Edhy.

Sektor hulu, kata Sarwo Edhy, selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal, KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat.

“Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses. Soalnya, ada agunannya berupa alat pertanian yang dibeli,” katanya.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Yadi Gunawan menjelaskan, Pemda sudah bekerjasama dengan bank sebanyak dua kali dalam penyaluran KUR bagi para Petani dan Peternak.

“KUR ini, Pemda hanya berperan memberikan subsidi bunga pinjaman dan penggantian kerugian jika hasil ternaknya mengalami kegagalan,” ungkap Yadi.

Dalam tahap pertama, kata Yadi, rata rata peternak mengalami untung. Namun, tambah ia, saat gelombang kedua petani mengalami kerugian meskipun tidak banyak.

“Memang ada ternak yang mati pada saat gelombang kedua. Pemda tetap memberikan ganti rugi kepada mereka. Ya nggak banyak juga sih, rata rata ruginya tipis,” paparnya.

Jumlah KUR yang diberikan kepada para peternak, ucap Yadi, sekitar Rp 25 juta. Untuk jumlah peternaknya, tukas ia ada sekitar 50 orang.

“Nah kalau untuk Petani tanaman pangan dan holtikultura. Mereka dapat subsidi bunga pinjaman sebesar 6 persen per Tahun. Ya kan ini beda programnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *