Maksimalkan Kostratani, Kementan Dorong Poktan Lebih Produktif

oleh -184 views
oleh

JAKARTA – Salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat adalah mendorong kelompok tani agar lebih produktif. Strategi yang dilakukan Kementan adalah memaksimalkan peran BPP Kostratani.

Kostratani merupakan gerakan pembangunan pertanian  di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan Kostratani dibentuk untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP.

“Kostratani adalah wujud gerakan pembangunan pertanian di Indonesia yang menyelaraskan kemajuan era industrialisasi 4.0. Kostratani berpusat di Kecamatan, karena pembangunan pertanian akan dilakukan dari lapangan, desa hingga kecamatan,” jelas Mentan SYL.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, dalam agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 21, Selasa (24/05/2022), dengan tema penyuluh aktif, poktan produktif.

Dalam arahannya, Dedi Nursyamsi mengatakan Kostratani menjalankan lima peran utama, yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, dan pusat konsultasi agribisnis, serta pusat pengembangan jejaring dan kemitraan.

Dedi melanjutkan, Kostratani sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, sasarannya adalah kelompok tani, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, petani millenial dan kelembagaan ekonomi petani.

“Untuk peran BPP selanjutnya, BPP sebagai pusat pembelajaran, diperuntukkan bagi penyuluh dan rekan- rekannya, bagi petani dan Gapoktan hingga KWT dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan sumber daya manusia pertanian yang ada di wilayah BPP,” jelasnya.

Dedi berharap semua penyuluh produktif, yang berarti output yang dihasilkan melampaui target. Saat ini sudah memasuki tahun ke tiga kita membangun kostratani dengan tujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi pertanian.

“Penyuluh harus lebih produktif mengajak petani untuk meningkatkan kemampuannya, dan juga mampu tingkatkan fungsi dan peran BPP,” ujar Dedi.

Narasumber Ngobras, Abigael Lomo,SP yang merupakan penyuluh pertanian kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berbagi cerita bagaimana ia membina kelompok tani di wilayahnya.

Abigael menjelaskan bahwa manfaat kelompok tani diantaranya sebagai wadah proses belajar memimpin dan meningkatkan tanggung jawab, mengembangkan kerjasama, melatih anggota berfikir, bermusyawarah, mempererat ikatan silaturahmi antar anggota dan meningkatkan kepercayaan dari pihak luar.

“Dalam berkelompok harus terbuka, misalkan ada bantuan pupuk dibagi bersama-sama,” jelas Abigael.

Abigael mengatakan, untuk keanggotaan saat ini terbuka bagi umum, tidak ada batasan atau golongan tertentu yang dapat menjadi anggota kelompok produktif

Adapun tujuan dibentuknya kelompok produktif adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf kehidupan semua anggotanya.

Sebagai modal untuk berjalannya kegiatan kelompok produktif diusahakan adanya tabungan anggota dalam kelompok, penyetoran dilakukan setiap bulan.

“Kekuasaan tertinggi ada pada anggota kelompok dalam mengambil keputusan, biasanya dilakukan musyawarah berdasarkan suara terbanyak,” pungkas Abigael. hvy