Mentan Tanam dan Panen Porang di Sidrap

oleh -33 views

SIDRAP – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kegiatan panen dan tanam porang dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan, 27 – 30 Juli 2020. Kegiatan tanam dan panen porang ini dilakukan Mentan SYL di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Selasa (28/07/2020) siang.

Porang, atau dikenal juga dengan nama iles-iles, adalah tanaman umbi-umbian dari spesies amorphophallus muelleri.

Menurut Mentan SYL, porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, juga untuk pembuatan lem dan jelly yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke luar negeri seperti Jepang dan China.

“Porang merupakan komoditas unggulan yang berorentasi ekspor. Kementerian Pertanian mendukung petani porang agar bisa terfasilitasi pembiayaannya, salah satunya melalui KUR untuk budidaya porang,” tutur Mentan.

Menteri Syahrul berharap Kabupaten Sidrap dapat menjadi percontohan budidaya tanaman porang yang sedang booming di Indonesia.

Ditegaskan Mentan Syahrul, pertanian sangat menjanjikan dan hasilnya tidak pernah mengingkari buat mereka yang melakukan dengan benar. Mentan SYL pun menegaskan pertanian tidak ada yang rugi. Sebab matahari, air, tanah dan bumi yang ada memang disiapkan untuk manusia agar bisa hidup lebih baik.

“Pertanian tidak kenal krisis, pertanian tidak kenal Covid-19. Dan untuk menjadi manusia yang lebih baik, kita butuh pertanian. Untuk meningkatkan imunitas kita butuh pertanian. Pertanian dibutuhkan dalam kondisi apa saja,” katanya.

Mentan SYL mengatakan kita mau kehidupan rakyat lebih baik dari hari ini, dan Sidrap harus jadi contoh utama. Ia pun berharap hasil panen porang bukan hanya untuk ketahanan pangan nasional saja, tetapi juga bisa berkontribusi untuk kehidupan yang lain dan untuk pergaulan dunia.

Dalam kunjungannya, Mentan secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya 10 unit Traktor Roda 4 serta Eskavator 3 unit, juga penyaluran KUR dari BNI sebesar Rp 100 juta, BRI Rp 350 juta, dan Mandiri Rp 400 juta.

Sementara Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, menegaskan jika Kementan akan mendukung pembiayaan para petani porang melalui KUR Pertanian.

Menurutnya, dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan produksi pangan dalam negeri dan peningkatan komoditas ekspor Indonesia.

“Kementan ingin mewujudkan Indonesia sebagai negara berkedaulatan dan mandiri pangan. Caranya dengan meningkatkan komoditas ekspor seperti porang. Oleh karena itu, kita siap membantu pembiayaan melalui KUR agar hasil produksi lebih maksimal,” tuturnya.

Akses pembiayaan KUR untuk petani sendiri tak memiliki syarat sulit. Di antaranya adalah memiliki KTP, memiliki lahan disertai bukti dan tergabung dalam kelompok tani.

“Bantuan KUR hingga Rp 50 juta tanpa agunan. Kalau ada bank yang mempersulit laporkan kepada kami. Melalui program ini, pemerintah hadir di tengah-tengah bapak ibu sekalian. Jangan takut dan khawatir, kami ada di belakang bapak dan ibu. Pemerintah ingin petani sejahtera, bisa menyekolahkan anaknya lebih tinggi. Ingin petani bisa membeli mobil dan kaya raya. Pemerintah tidak mengharapkan sesuatu kecuali petani makmur untuk memenuhi pangan Indonesia,” kata Sarwo Edhy.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *