OKU Timur Targetkan 5.000 Ha Terdaftar AUTP

oleh -59 views

OKU TIMUR – Untuk mengantisipasi risiko kerugian akibat gagal panen, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU)Timur, Sumatera Selatan tahun ini menargetkan ribuan hektare sawah milik petani terdaftar di Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut, banyak pencapaian sejak penerapan asuransi pertanian. Dengan ikut asuransi pertanian ini diharapkan petani merasa aman untuk berproduksi.

“Kita tidak ingin kalau kena bencana alam seperti banjir, kekeringan, bencana alam, atau sapi yang mati itu menyebabkan petani yang rugi,” kata Mentan SYL, Jumat (20/2).

Setelah bergabung dalam sebuah kelompok tani dan memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program asuransi pertanian, maka petani bisa segera mendaftarkan diri. Namun, waktu pendaftaran biasanya paling lambat berlangsung 30 hari sebelum musim tanam dimulai.

“Untuk mendaftarkan diri, petani juga akan mendapat pendampingan khusus dari petugas UPTD Kecamatan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” pungkas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah yang mengakibatkan gagal panen bisa mendapatkan ganti rugi.

“Dengan membayar premi hanya Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) Rp 6 juta/ha,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy berharap, dengan harga premi yang sangat murah petani padi bisa menjadi peserta AUTP. Jika melihat perkembangan peserta AUTP, sejak tahun 2017 hingga kini cenderung meningkat.

Adanya tren positif peserta AUTP menurut Sarwo, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak. Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

“Petani dan peternak semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini. Hanya dengan seharga satu bungkus rokok, petani dan peternak bisa tidur tenang. Petani tidak khawatir lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit,” tuturnya.

Seperti diketahui AUTP merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT.

Bahkan untuk mendorong petani mengikuti AUTP, pemerintah memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp 144 ribu/ha.

“AUTP ini akan terus kami sosialisasikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,” kata Sarwo Edhy.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pertanian Ogan Komering Ulu Timur M. Husin melalui Kabid Sarpras dan Perlindungan Niswaturohman mengatakan, pada 2021 ini sekitar 3.000 hingga 5.000 hektare luas sawah petani ditargetkan ikut asuransi. Saat ini, pihaknya gencar mensosialisasikan kepada petani di wilayah itu tentang pentingnya mengasuransikan lahan sawah untuk mengantisipasi kerugian akibat gagal panen.

“Setiap petani dapat mengasuransikan lahan sawah padi mereka maksimal seluas dua hektare dengan premi subsidi dari pemerintah hanya sebesar Rp36.000/ha,” kata dia.

Bagi petani yang ingin ikut asuransi ini dapat mendatangi Kantor Balai Penyuluhan Pertanian di setiap kecamatan untuk dibantu didaftarkan melalui aplikasi.

Dia menjelaskan Asuransi Usaha Tani Padi merupakan upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen akibat risiko banjir, kekeringan dan serangan OPT.

“Para petani yang ikut asuransi ini akan mendapat modal untuk biaya tanam kembali jika terjadi gagal panen,” ujarnya.

Di Ogan Komering Ulu Timur, lanjut dia, Asuransi Usaha Tani Padi sudah berjalan sejak 2012 dengan ribuan hektare lahan sawah padi milik masyarakat setempat yang sudah diasuransikan.

“Berdasarkan data pada 2019 tercatat seluas 6.000 ha sawah petani di OKU (Ogan Komering Ulu) Timur terdaftar di program Asuransi Usaha Tani Padi, sedangkan, di tahun 2020 turun hanya 1.441 ha yang ikut asuransi ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *