Panen di Luwu Meningkat Berkat Pendampingan Program READSI

oleh -346 views

LUWU – Panen di Desa Todopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan setelah mendapatkan pendampingan dari program READSI.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, program READSI hadir untuk membantu meningkatkan kehidupan petani di daerah sasaran Program. Selain itu, program READSI juga membantu menjaga ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas.

“Dengan berbagai program, termasuk READSI, stok beras untuk 34 provinsi aman sampai akhir tahun dan menjelang tahun baru. Itulah mengapa Kementerian Pertanian selalu mendorong agar kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti bagaimanapun keadaannya,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mendukung penuh arahan Mentan agar seluruh kegiatan pertanian terus berjalan.

“Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa,” ujar Dedi.

Program READSI juga mendorong kelompok tani sasaran untuk terus melakukan kegiatan tani kelompok, namun tetap ikut anjuran keamanan kesehatan. READSI di Sulawesi Selatan mencakup tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara.

Salah satu kelompok tani yang merasakan program READSI adalah Kelompok Tani Harapan Mekar yang diketuai Lewi Salu. Poktan ini berada di Desa Todopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Poktan Harapan Mekar beranggotakan 25 orang dengan luas areal 18,50 ton.

Wiwin Pasangka selaku Fasilitator Desa setempat menuturkan, ada peningkatan hasil panen di kelompok sasaran READSI, salah satunya di lahan ketua Poktan Lewi Salu.

“Panennya sudah cukup lama, tapi hasil penuturan petaninya puas dan menyatakan peningkatan ini salah satunya karena ada support dari READSI,” katanya.

Menurutnya, pada akhir November 2020 produksinya meningkat, rata – rata 2 ton dimana selama ini hasil panen paling tinggi 4 ton/ha, panen kali ini di areal poktan meningkat rata – rata 6,1 ton/ha. Khususnya untuk lahan milik Bapak Lewi Salu sebelumnya hasil panen hanya 21 karung pada panen kali ini mendapat 45 karung,” jelas Wiwin.

Lewi Salu selaku pemilik lahan juga membenarkan peningkatan produksi di lahannya.

“Peningkatan hasil produksi ini dikarenakan anggota poktan sudah mengadopsi materi SL yang diberikan oleh PPL Irwin Hamka dan fasilitasi FD, anggota sudah mematuhi jadwal tanam yang disepakati karena tersedianya benih dari Program READSI. Yang terakhir petani telah melakukan pemupukan sesuai jadwal dan menggunakan pupuk berimbang (pupuk dari program READSI) selama ini jika waktu pemupukan tanaman pupuk langka di pasaran dan harga meningkat,” tutup Lewi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *