Pemberdayaan Ekonomi Petani di Masa Pandemi Covid-19, Kementan Luncurkan IA MART di Binuang

oleh -67 views

BINUANG – Optimalisasi pemberdayaan ekonomi petani di masa pandemi Covid-19 dilakukan Kementerian Pertanian melalui salah satu UPT Pelatihannya yang berada di Binuang, Kalimantan Selatan. Balai Besar Pertanian Binuang (BBPP) Binuang menginisiasi Pasar Tani IA Mart Binuang yang diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, Sabtu (03/10).

Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengungkapkan gagasan Pasar Tani ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong nilai tambah para petani.

“Pasar Tani ini menjadi jawaban untuk mensikapi Covid-19. Bagaimanapun, ekonomi petani harus berjalan terus. Kami sebenarnya sudah mengembangkan IA Mart Pertokoan dan Cafe. Tapi, keduanya belum signifikan menampung produk pertanian. Hingga, kami uji coba Pasar Tani pada pekan sebelumnya,” ungkap Yulia.

Dijelaskan Yulia, Pasar Tani IA Mart Binuang dirintis sejak Hari Tani Nasional, Kamis (24/9). Kata ‘IA’ merujuk Inkubator Agribisnis. Fokusnya mewadahi pelatihan sekaligus display untuk beragam produk pertanian Binuang. Selain sayuran hijau, Binuang juga menjadi sentra Jagung dan Bawang Merah. Menawarkan harga ramah, Pasar Tani IA Mart Binuang aktif setiap hari Sabtu pagi.

“Respon luar biasa ditunjukan masyarakat pada awal digulirkannya Pasar Tani ini. Hasilnya secara ekonomi juga besar. Ideal untuk menambah pendapatan bagi petani dan praktisi pertanian di sini. Ke depannya, Pasar Tani ini juga didorong sebagai destinasi wisata,” terang Yulia lagi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan, dibangunnya pasar tani membuat petani memiliki pasar baru untuk menjual produknya.

“Pasar Tani dihadirkan untuk mempercepat penyerapan berbagai komoditas pangan dari kelompok tani, sehingga masyarakat memperoleh harga yang terjangkau dengan kualitas pangan yang memadai”, ujar Mentan SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan selain pasar konvensional, kedepan petani juga bisa memanfaatkan marketplace untuk mengoptimalkan pendapatan. Apalagi, Kementan saat ini tengah menggandeng Bukalapak untuk mendukung penjualan produk pertanian secara online. Menegaskan pertanian maju, mandiri, dan modern, Bukalapak akan menjadi salah satu trigger untuk mengatrol nilai penjualan pertanian. Apalagi, pasar pertanian cenderung resisten sepanjang pandemi Covid-19.

“Petani di Binuang harus mengoptimalkan potensi marketplace. Silahkan saja bergabung di sana, pasti kami support. Marketplace ini efektif dan efisien untuk memasarkan produk. Pendapatan petani akan semakin besar,” papar Dedi.

Dedi juga menjelaskan saat ini dalam 10 tahun terakhir, industri e-commerce di Indonesia tumbuh kompetitif 17%. E-commerce ini juga menarik minat terutama sepanjang pandemi Covid-19. Mengacu data Sea Insight di Juni 2020, sebanyak 45% pelaku usaha mengubah strategi dan lebih aktif berjualan di e-commerce.

“Bisnis menjadi upaya untuk mendorong pertanian dan petani secara konkrit. Sekarang petani harus mengelola pertanian dari hulu hingga hilir. Sekarang ruang lingkupnya yang diperbesar. Kolaborasi dengan pemda harus dilakukan. Mereka harus masuk ke marketplace karena sangat potensial. Kerjasama Kementan dengan Bukalapak harus dioptimalkan,” tutup Dedi Nursyamsi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *