Pemprov Papua Beli 10 Ton Pangan Lokal untuk Terdampak Covid-19

oleh -534 views

PAPUA – Pemerintah Provinsi Papua membeli sekitar 10 ton sembako dan pangan lokal untuk dibagikan ke Orang Asli Papua (OAP) yang terdampak Covid-19 di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini dikoordinir langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Semuel Siriwa.

Menurut Semuel, sebagian besar pangan lokal dibeli dari mama-mama pedagang yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Intinya, pangan lokal yang kita siapkan sebagian besar dibeli dari pedagang asli Papua di Sentani Kabupaten Jayapura, juga dari pasar Youtefa Jayapura. Mereka sangat senang dagangannya dibeli serta berharap agar Pemprov Papua secara berkesinambungan dapat membeli barang dagangan mereka yang lesu pembeli akibat terdampak Covid-19,” kata Samuel di Jayapura, Sabtu (16/5/2020).

Semuel Siriwa memastikan pangan lokal yang dibeli sebanyak 10 ton lebih itu, seluruhnya dibagi pada empat titik penyerahan, yakni di Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Lapangan Trikora Abepura, Koya Timur dan Tanjung Ria (BLKI) Kota Jayapura. Selain pangan lokal, juga disediakan rica, bawang merah dan tomat.

“Pembagian dilaksanakan secara terpisah di empat titik dimaksudkan untuk menghindari kerumunan. Karena dalam situasi pandemi maka protokol kesehatan tetap diberlakukan seperti anjuran cuci tangan, penggunaan masker dan jaga jarak aman,” terangnya.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, didampingi Pj. Sekda Papua, M. Ridwan Rumasukun, dan Semuel Siriwa, membuka secara simbolis pelaksanaan pembagian pangan lokal secara cuma-cuma kepada OAP yang terdampak Covid-19.

Dalam sambutannya Klemen Tinal meminta agar OAP selalu mengkonsumsi pangan lokal seperti sagu atau papeda, petatas, keladi, ubi kayu, pisang dan sayur-sayuran. Karena, pangan lokal tersebut dapat menjauhkan tubuh dari berbagai penyakit.
“Dulu saya menggemari makanan luar sehingga banyak kena penyakit, kini sudah tidak lagi setelah makan makanan lokal. Sebab apa, makanan lokal jauh lebih sehat dan bergizi,” tutur Klemen.

Langkah Pemprov Papua, sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo. “Pangan lokal dapat meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh apabila dikonsumsi dengan baik dan benar,” paparnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan virus corona belum ada obatnya.

“Yang bisa melawan virus ini adalah daya tahan tubuh yang diperoleh dari konsumsi pangan dengan antioksidan tinggi. Biasanya terdapat pada aneka pangan lokal seperti sagu, singkong, ubi jalar atau petatas, keladi dan masih banyak lagi,” kata Dedi Nursyamsi.

Untuk itu, Dedi sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemprov Papua. Karena dengan cara ini imunitas bisa meningkat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *