Penyuluh Kostratani Sumbar Dibekali Manajemen Keuangan IPDMIP

oleh -376 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SUMATERA BARAT – UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian (BPPP) DTPHP Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Pelatihan Edukasi dan Literasi Keuangan bagi Penyuluh dan Perwakilan Kelompok Tani di Wilayah Program IPDMIP. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, 5 – 7 Agustus 2020, dan diikuti 58 peserta, terdiri dari penyuluh Kostratani dan Perwakilan kelompok tani Kabupaten Pasaman Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kegiatan ini dilakukan agar peserta lebih mengenal program yang dijalankan IPDMIP.

“Proyek IPDMIP memiliki tujuan yang sangat positif, yaitu meningkatkan produksi dan juga meningkatkan kesejahteraan petani. Namun, penyuluh juga diberikan pengetahuan lebih, seperti bagaimana mengelola keuangan, proses pembiayaan, dan lainnya,” tutur Mentan SYL, Rabu (05/08/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kemetan Dedi Nursyamsi.

“Selama proses berlatih, peserta memperoleh materi tentang Pengenalan IPDMIP dan Aktifitas Keuangan IPDMIP, Produk dan Layanan Keuangan, Instrumen Pembiayaan Pertanian dan Perencanaan keuangan rumah tangga. Semua bisa diimplementasikan untuk memajukan sektor pertanian,” tuturnya.

Pemateri dalam Pelatihan Edukasi dan Literasi Keuangan bagi Penyuluh dan Perwakilan Kelompok Tani adalah Widyaswara DTPHP Sumatera Barat, praktisi dari perbankan dan OJK, dan Mercy Corp.

Ketua Panitia Pelaksana Aldilani pada penutupan pelatihan menyampaikan penyuluh dan petani harus mampu menyampaikan materi yang sudah didapat kepada petani lain di daerah irigasi masing – masing.

“Mereka harus membagikan informasi ini supaya petani mulai melakukan pencatatan keuangan dalam kegiatan usaha taninya. Penyuluh juga diminta berkolaborasi dengan pejabat daerah setempat untuk tujuan bersama,” tuturnya.

Sementara salah seorang peserta pelatihan, Rudi Hartono, menilai kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Saya jadi tahu tentang pentingnya mencatat keuangan, selama ini terkesan diabaikan tapi ternyata pencatatan keuangan sangat membantu untuk melakukan perencanaan usaha tani yang lebih menguntungkan di masa depan” tuturnya.(EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *