Peran Kostratani Dimaksimalkan BPP Loceret Untuk Gerakkan Pertanian

oleh -150 views

NGANJUK – BPP Kecamatan Loceret, Nganjuk, Jawa Timur, memaksimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) untuk meningkatkan pembangunan pertanian di kecamatan. Kostratani sendiri merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kostratani adalah program yang diluncurkan Kementerian Pertanian untuk memperkuat peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP). Penguatan dilakuan dengan dukungan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM pertanian.

“Tujuannya agar BPP berperan dalam penguatan kelembagaan penyuluhan di desa (Posluhdes), kelembagaan petani dan menjadi simpul penyelenggaraan pembangunan pertanian di kecamatan,” katanya.

Mentan SYL menambahkan, hadirnya program Kostratani ini bertujuan membangun ekosistem pertanian lewat digital.

“Ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pendekatan yang baru dan lebih modern” dan harus didukung oleh semua pelaku pembangunan pertanian,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nusrsyamsi mengatakan Kostratani termasuk dalam Program Utama Kementan.

“Diantara Sepuluh Program Utama Kementan, salah satunya adalah Kostratani. Kostratani merupakan manajemen gerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan dengan menerapkan pertanian maju, mandiri dan modern. Pendekatan teknologi informasi (IT) dan mekanisasi pertanian diutamakan,” katanya.

Dedi Nursyamsi menambahkan, lima peran Kostratani yang dijalankan, yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat pengembangan jejaring dan kemitraani.

Peran inilah yang dimaksimalkan BPP Kecamatan Loceret, yang merupakan satu dari 20 BPP yang ada di Kabupaten Nganjuk/ BPP Loceret memiliki potensi SDA, SDM dan SDE yang cukup potensial. Kostratani menjadi momentum bagi BPP Loceret untuk bergerak ke arah pembaharuan dengan mengoptimal segala sumber daya yang ada berbasis terknologi informasi dan BPP Loceret terkoneksi dengan Agriculture War Room (AWR).

“Hadirnya Kostratani berdampak cukup besar dan menjadi motivasi bagi semua elemen yang ada di lingkup BPP Loceret. Karena terjadi perbaikan sistem data, baik SDA, SDM dan SDE serta tumbuh dan kembangannya aktivitas kelembagaan petani,” terang Dedi Nursyamsi lagi.

Ditambahkannya, Kostratani juga meningkatkan aktivitas dan hubungan antar kelembagaan petani yang ada di WKBPP Loceret. Tumbuhnya partisipasi dan keswadayaan pelaku utama dan pelaku usaha dalam Pengembangan skala usaha agribisnis dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani yang ada di WKBPP Loceret.

Dengan luas wilayah binaan seluas 4882,012 hektar yang terdiri dari sawah seluas 2853, 370 hektar, Tegal 1037, 681 dan Pekarangan 990,961 hektar. Semuanya tersebar mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Sehingga BPP Loceret memiliki potensi komoditas yang cukup bervariasi, seperti tanaman pangan, hortikultura hingga perkebunan.

BPP Loceret juga mendukung tercapainya tujuan pembangunan pertanian di Kabupaten Nganjuk yaitu Pembangunan Pertanian Terpadu yang Maju, Mandiri, Modern dan Bermartabat guna mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan serta meningkatnya nilai ekspor dan tercapainya kesejahteraan rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *