Pertanian adalah Tulang Punggung Pemenuhan Pangan Nasional

oleh -111 views

JAMBI – Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo pada kunjungan di Provinsi Jambi, Jumat (5/11) mengatakan bahwa petani merupakan profesi  terdepan yang menjadi tulang punggung pemenuhan  pangan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan dalam kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) yang diikuti Penyuluh, Petani dan Pemerhati Pertanian dari seluruh Indonesia yang dilakukan secara virtual di ruang Agriculture Operation Room (AOR) Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jambi.

Mentan juga memberikan motivasi kepada seluruh penyuluh pertanian dan petani milenial. Menurut Syahrul, petani milenial merupakan generasi tangguh yang turut serta membangun negeri.

“Di Indonesia ada 1,7 juta petani milenial yang memiliki sertifikat, dimana petani-petani milenial kita ini merupakan petani yang berpendidikan,” kata Syahrul

Syahrul menjelaskan ada tiga hal mendasar untuk dapat bertani. Pertama petani milenial harus memiliki lahan yang jelas, bukan lahan yang bersengketa.
Kedua petani milenial harus memiliki petani di lahan-lahan pertaniannya. Petani milenial merupakan mentor untuk petani-petani, dan menjadi mentor untuk rakyat bekerja.

Dan yang ketiga petani milenial harus memiliki program, memiliki orientasi terhadap tanaman pangan yang akan di tanam. Dimana petani milenial harus mampu membaca peluang apa jenis tanaman pangan yang laku di pasaran.

“Silahkan petani milenial berkreasi terhadap produk pertanian, Kementerian Pertanian siap mendukung petani-petani milenial,” kata Syahrul Yasin Limpo.

Selain menyapa petani dan penyuluh pertanian, Syahrul Yasin Limpo sekaligus meresmikan ruang AOR Bapeltan Provinsi Jambi.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan Pemanfaatan Tehnologi adalah mutlak diperlukan di semua Bidang, tidak terkecuali di bidang Pertanian

“Penggunaan teknologi seperti internet, drone,artivicial intelegency harus dapat di gunakan untuk menunjang produktifitas pertanian, dan fungsi pemanfaatn tekhnologi itu semua ada pada program Kostratani ujar Dedi.

“Dengan adanya ruang AOR ini di harapkan pelatihan terhadap petani-petani di Provinsi Jambi dapat berjalan dengan lebih efektif. tandas Dedi.

Pada kunjungan kerja Menteri Pertanian Ke Provinsi Jambi kali ini hadir mendampingi, Gubernur Jambi, Sekretaris Jendral Kementerian Pertanian, Kepala Badan PPSDMP, Dirjen PSP, Kepala Badan Karantina, PLT. Dirjenbun dan Staf Khusus Menteri Pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *