Pertanian Luwu Maju Imbas Kolaborasi READSI Kementan dan Petani Milenial

oleh -89 views

LUWU – Program Rural Empowerment Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) yang dijalankan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, mendapatkan sambutan positif dari petani milenial di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

READSI adalah program yang mendukung pertanian melalui kegiatan pelatihan serta peningkatan keterampilan bagi petani di wilayah program. READSI hadir di 342 desa di 18 Kabupaten serta tersebar di 6 Provinsi.

Menurut Susanti, petani milenial dari Kelompok Tani Salukaluku, Desa Tallang Bulawang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, penjelasan yang disampaikan dalam READSI sangat membantu.

“Semua menjelaskan tentang kakao. Materi yang dijelaskan pun bisa diterima dengan baik dan mudah dipahami,” katanya.

Menurut Susanti, di daerahnya banyak pesawahan. Jumlah petaninya pun cukup banyak. Hanya saja, karena tanaman sering dapat penyakit, akhirnya tidak sedikit juga yang beralih.

“Oleh karena itu, kami bentuk lagi kelompok tani. Kita ajak petani untuk menanam kembali. Ada juga pembagian bibit kakao, semuanya juga difasilitasi, alat-alatnya pun dikasih, pupuknya juga dikasih. Dan sekarang orang mulai menanam kakao kembali,” tuturnya.

Susanti menambahkan, hasil yang didapat pun lumayan bagus.

“Namun tanah di sana masam sekali. Karena itu kami berterima kasih kepada READSI yang membantu alat supaya bisa di test tanahnya, kadar kapurnya. Sehingga pertanian di tempat kami maksimal,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan READSI bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.

“Caranya dengan turut meningkatkan kapasitas SDM pertanian. Oleh karena itu, READSI memiliki sejumlah program pelatihan untuk membantu memberikan pengetahuan bagi petani dan penyuluh,” katanya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peningkatan produktivitas sangat penting.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, peningkatan produktivitas sangat penting. Oleh karena, program-program yang kita jalankan diharapkan bisa memberikan imbas positif untuk peningkatan produktivitas, termasuk ketahanan pangan,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *