Petani Aceh Timur Dikenalkan dengan Transplanter di Sekolah Lapang IPDMIP

oleh -213 views

SUARAJATIM.CO.ID//ACEH TIMUR – Demonstrasi penggunaan mesin penanam padi, transplanter, dilakukan dalam Sekolah Lapang IPDMIP di Desa Alue Buloh Dua, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, 22 November 2020.

Transplanter adalah alat alternatif yang membantu dalam menanam padi. Dengan alat ini, waktu dan biaya produksi dapat ditekan.

Selain petani dan masyarakat sekitar, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat, penyuluh pertanian dan DPIU Kabupaten Aceh Timur.

Amin Bania selaku DPIU dan juga sebagai perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluh Kabupaten Aceh Timur, berharap IPDMIP bisa memberi manfaat buat masyarakat.

“Apa yang telah diberikan oleh program IPDMIP ini, hendaknya dapat memberi bermanfaat yang besar bagi petani, karena dengan alat ini waktu tanam, tenaga dan biaya dapat di pangkas sehingga diharapkan IP yang selama ini berkisar d 2,00 dapat meningkat menjadi 3,00,” tuturnya.

Demonstrasi ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama petani. Mereka sangat serius menyaksikan dan melihat cara mempraktekkan penggunaan alat transplanter tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang hadir dari undangan sebanyak 50 orang, yang hadir lebih kurang 70 orang, baik dari masyarakat desa sekitar maupun dari desa tetangga.

Dari penuturan salah seorang warga, mereka sangat ingin mencoba menggunakan alat tersebut. Karena selama ini kendala yang mereka hadapi apabila musim tanam tiba, adalah sulitnya mencari tenaga atau orang yang bersedia untuk menanam padi, hal ini juga berimbas kepada biaya / upah menanam yang melonjak drastis.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, demonstrasi dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani serta produktivitas.

“Pengetahuan SDM pertanian harus ditingkatkan. Karena, SDM adalah pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengutarakan hal serupa.

“Produktivitas pertanian harus terus ditingkatkan. Karena, pertanian harus bisa memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.
(Zul/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *