Petani Bangli Diajak Jaga Lahan dengan Asuransi

oleh -45 views

BANGLI – Para petani di Kabupaten Bangli, Bali, mulai merasakan dampak dari tingginya curah hujan. Akibatnya, sejumlah tanaman mengalami gagal panen. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Pertanian mengajak petani memanfaatkan asuransi.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, asuransi adalah bentuk perlindungan untuk lahan persawahan.

“Dalam kondisi seperti ini, hanya asuransi yang memberikan kepastian untuk petani. Kepastian untuk mengganti rugi lahan pertanian yang gagal panen melalui klaim. Sehingga, petani tetap memiliki modal untuk kembali tanam,” tuturnya, Selasa (15/12/2020).

Pernyataan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian memperkuat hal tersebut.

“Asuransi pertanian adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan saat lahan pertanian gagal panen akibat perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, atau akibat serangan organisme penyakit,” katanya.

Sarwo Edhy juga mengajak petani untuk memanfaatkan asuransi.

“Asuransi itu tidak memberatkan masyarakat petani. Justru pemerintah meringankan beban petani dengan memberikan subsidi. Sehingga premi yang harus dibayarkan petani tidak besar,” katanya.

Dampak dari musim hujan dirasakan petani di SUbak Gede Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Susut. Kondisi ini membuat petani gagal panen hingga menderita kerugian mencapai Rp 15 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *