Petani di Boyolali Dapat Bantuan 238 Unit Alsintan

oleh -194 views

BOYOLALI – Petani di Boyolali, Jawa Tengah mendapat bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) dan bibit tanaman. Bantuan ini dalam rangka bentuk perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah untuk mendukung produksi pertanian.

Bantuan Alsintan berupa cultivator enam unit, kendaraan roda tiga 60 unit, pompa air 40 unit, hand sprayer 110 unit, traktor roda dua sebanyak 16 unit, power threser multiguna mobile sebanyak 12 unit.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pemberian Alsintan ini diberikan kepada 2 kategori. Kategori pertama adalah masyarakat yang merupakan Kelompok Tani (Poktan), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA), Koporasi Petani dan Kelomppok Usaha Bersama (KUB) serta masyarakat tani.

“Kategori kedua adalah Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota dan Korem/Kodim. Untuk itu, sebelum mengajukan bantuan Alsintan, kami akan pastikan petani sudah termasuk ke dalam dua kategori tersebut,” ujar Mentan SYL, Rabu (18/11).

Menurutnya, hal tersebut penting dilakukan, sehingga peralatan mesin pertanian yang dibutuhkan dapat terpenuhi dengan baik. Selain itu, juga untuk memastikan Alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan.

“Karena bantuan Alsintan umumnya hanya akan diberikan kepada petani yang berkontribusi aktif terhadap peningkatan hasil pertanian untuk bangsa Indonesia,” tegas Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.

“Alsintan yang dikelola UPJA di sejumlah daerah sudah banyak yang berhasil. UPJA terbukti bisa memberikan nilai tambah kepada poktan atau gapoktan,” kata Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

“Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien,” tuturnya.

Selain Alsintan, juga diserahkan bibit kopi arabika sebanyak 6.370 batang. Ada pula bantuan rehabilitasi jaringan erigasi tersier seluar 500 hektar, serta pengembangan jalan pertanian sebanyak 10 unit, dan dam parit dua unit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri berharap dengan adanya bantuan Alsintan tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam mengolah dan memroduksi pertanian. Kendati demikian, ia mengimbau ke petani agar Alsintan itu dirawat sebaik baiknya untuk memajukan pertanian di Kabupaten Boyolali.

“Semua dimanfaatkan sebaik-baiknya. Selalu dirawat dan kalau rusak dioerbaiki,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto menambahkan, pihaknya melakukan penyerahan peralatan dan sarana produksi pertanian secara simbolis.

“Hari ini (Selasa,17/11) kita lakukan seremonial penyerahan peralatan dan sarana produksi pertanian, namun dengan protokol kesehatan. Untuk menjaga kesehatan masyarakat dari pandemi Covid-19,” sambungnya.

Sebagai informasi, bantuan tersebut berasal dari berbagai sumber anggaran, seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta dari dana bantuan aspirasi anggota DPR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *