Poktan Setia Tawar Sambut SL IPDMIP dengan Rembug Tani

oleh -77 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//SUMATERA UTARA – Kelompok Tani (Poktan) Setia Tawar bersiap menyambut Sekolah Lapang (SL) Petani Penangkar Padi proyek IPDMIP dengan Rembug Tani untuk menghadapi musim tanam II. Pelaksanaan SL tahap II diharapkan bisa berhasil seperti pelaksanaan SL tahap I.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan SL IPDMIP harus berdampak positif buat petani.

“Dengan SL II ini, kita berharap peserta dapat meningkatkan produktivitas, yang tentunya akan berdampak terhadap kesejahteraan petani. Serta mendukung tercapainya swasembada beras,” katanya, Jumat (9/10/2020.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, mengapresiasi kesiapan Poktan Setia Tawar meyambut SL IPDMIP.

“Sekolah Lapang IPDMIP memiliki banyak informasi yang bisa diserap untuk meningkatkan produktivitas. Kita berharap kegiatan ini bisa dimaksimalkan dan bisa diterapkan petani di lapangan,” katanya.

Kegiatan SL II ini diawali dengan Rembug Tani yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2020. Rembug awal petani Kelompok Sani Setia Tawar ini merupakan salah satu bagian dari sepuluh paket kegiatan Sekolah Lapang petani penangkar padi program IPDMIP yang dilaksanakan oleh DPIU Simalungun.

Rembug awal petani ini dilaksanakan di lahan petani anggota kelompok dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang peserta, terdiri dari 21 laki-laki dan 9 peserta perempuan.

Rembug tani dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kelompok tani dalam melaksanakan Sekolah Lapang MT II tersebut. Rembug tani juga bertujuan untuk menampung aspirasi petani dan permasalahan yang ada di kelompok tani, serta penentuan lokasi Laboratorium Lapangan (LL).

Lokasi Laboratorium lapangan tersebut perlu dipilih pada lokasi yang memenuhi persyaratan secara teknis dan strategis, karena akan menjadi wadah pembelajaran bagi petani dalam menerapkan konsep usaha tani terpadu.

Dukungan yang akan diberikan dalam SL II berupa bantuan sarana produksi dari District Project Implementation Unit IPDMIP (DPIU) Simalungun, pada lahan seluas 0,1 ha untuk Laboratorium Lapangan.

Acara rembug dilaksanakan di Nagori Maligas Bayu, Kecamatan Hutabayu Raja Simalungun. Rembug awal ini mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah Kepala Nagori Maligas Bayu. Hadir pula Pengawas Benih Tanaman, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Syamsudin, Penyuluh Pertanian Kabupaten Nurpede Sihombing, Misdi, Kabid Penyuluhan Simalungun Syahril, Kasi Penyuluhan Kadar Situmorang.

Juga Konsultan Kabupaten Simalungun Muhammad Ridwan, Province Project Implementation Unit/PPIU) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Taufik Batu Bara.

PPIU Dinas TPH Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kabid Penyuluhan Taufik Batu Bara mengatakan bahwa semua petani yang ikut dalam program IPDMIP Daerah Irigasi di Kabupaten Simalungun akan mendapatkan bantuan benih berlabel ungu. Pengadaannya melalui anggaran IPDMIP DPA Provinsi TA 2020 dan dijadwalkan distribusi kepada petani tanggal 15 Oktober 2020 sesuai jadwal semai MT II Oktober – Maret.

“Petani yang ikut sekolah lapang akan dijadikan petani penangkar yang memproduksi benih berlabel biru, untuk itu pentingnya petani mengikuti sekolah lapang dengan bersungguh sungguh agar tujuan dari sekolah lapang ini dapat tercapai. Petani juga harus benar benar mengikuti arahan yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian sebagai tenaga pendamping di lokasi IPDMIP, dengan adanya kegiatan sekolah lapang ini diharapkan petani di Kabupaten Simalungun akan dapat meningkatkan produktivitas padi dan kesejahteraannya,” katanya. (Sri Wijiastuti/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *