Program RJIT Terbukti Tingkatkan Provitas Padi di Pati

oleh -31 views

PATI – Kementerian Pertanian (Kementan) terus fokus memperbaiki jaringan Irigasi melalui program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Kelompok Tani (Poktan) Karya Bakti di Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kondisi saluran jaringan irigasi yang direhab merupakan saluran irigasi teknis yang kondisinya masih berupa saluran tanah, sehingga distribusi air kurang merata, terutama pada daerah lahan yang paling hilir lahan sawah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keberhasilan peningkatan produksi pangan ini ditentukan lancarnya pasokan air irigasi yang berfungsi dengan baik.

“Dengan melalukan perbaikan dan peningkatan fungsi jaringan irigasi maka layanan irigasi ini diharapkan mampu menambah luas areal tanam, sehingga produktivitas pertanian pun meningkat,” ujar Mentan SYL, Jumat (20/11).

Dikatakannya, pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai.

“Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani,” ujar Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, Program RJIT ini akan dilakukan di di 32 Provinsi dan lebih dari 300 Kabupaten Kota.

“Kita telah merevisi alokasi RJIT tahun 2020 menjadi 135.861 hektare dari sebelumnya 135.600 hektare. RJIT ini dialokasikan di daerah melalui dana Tugas Pembantuan,” jelas Mentan SYL.

Program RJIT diutamakan pada lokasi yang telah dilakukan SID pada tahun sebelumnya. Diutamakan pada daerah irigasi yang saluran primer dan sekundernya dalam kondisi baik. Tujuannya untuk meningkatkan Indeks Pertanaman Padi sebesar 0,5.

“Kegiatan RJIT ini diarahkan pada jaringan irigasi tersier yang mengalami kerusakan yang terhubung dengan jaringan utama (primer dan sekunder). Juga untuk yang memerlukan peningkatan fungsi jaringan irigasi untuk mengembalikan atau meningkatkan fungsi dan layanan irigasi. Serta untuk jaringan irigasi desa,” papar Sarwo Edhy.

Untuk kriteria lokasi, kegiatan RJIT dilaksanakan pada jaringan tersier di daerah irigasi sesuai kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota, dan irigasi pada tingkat desa yang memerlukan rehabilitasi atau peningkatan.

Ketua Poktan Karya Bakti Sucipto mengatakan, dengan adanya kegiatan RJIT luas layanan irigasi meningkat. Semula terairi 40 Ha setelah dilakukan rehab menjadi 54 Ha.

“RJIT bisa meningkatkan provitas dari semula 7,5 Ton/ha menjadi 8 Ton/Ha. IP sebelum kegiatan RJIT hanya 250 atau 2,5 dalam 1 tahun, IP sesudah adanya kegiatan RJIT menjadi 300 atau 3 kali dalam 1 tahun,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *