Proyek UPLAND Jadi Proyek Percontohan Daerah Lain

oleh -153 views

JAKARTA – Kementerian Pertanian memfokuskan Program Kegiatan Proyek UPLAND untuk budidaya komoditas pertanian, baik pangan maupun hortikultura yang bisa dikembangkan di dataran tinggi. Diharapkan Proyek UPLAND ini menjadi pilot project untuk bisa dicontoh bagi Desa, Kecamatan, dan Kabupaten yang lain, yang belum mendapatkan program UPLAND.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, tujuan lain proyek UPLAND untuk menguatkan/meningkatkan kapasitas kelembagaan petani melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan menuju kelembagaan yang profesional. Juga untuk meningkatkan serta memperluas akses pasar dari komoditas pertanian spesifik wilayah di daerah dataran tinggi melalui pengembangan jaringan kerjasama dengan pihak swasta.

“Selain itu meningkatkan kapasitas seluruh komponen dan sumberdaya manusia yang terkait mulai dari pusat, dinas pertanian dan petani dalam pengelolaan kegiatan usahatani modern,” sebut Mentan SYL, Rabu (24/3).

Adapun kegiatan Poyek UPLAND nantinya antara lain, pengembangan infrastruktur untuk peningkatan produktivitas dan pembentukan ketahanan pertanian. Yang meliputi pengembangan lahan dan prasarana dan pengelolaan produksi dan budidaya.

“Juga pengembangan agribisnis dan fasilitasi peningkatan pendapatan masyarakat. Yang terdiri dari 4 sub komponen meliputi pengembangan kelembagaan pertanian, dukungan peralatan dan infrastruktur pemasaran, penguatan jaringan pasar dan kemitraan serta akses kepada layanan keuangan,” jelas Mentan SYL, Rabu (24/3).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy berharap, kegiatan ini dapat memfasilitasinya sarana dan prasarana pertanian dari hulu sampe hilir, termasuk diantaranya jaringan irigasinya. Baik itu membuat baru, atau merehabilitasi yang sudah ada.

“Kemudian dari sisi pengolaahan lahannya, harus mengunakan lembaga petani dan harus kita bentuk berupa korporasi,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy berharap, dengan adanya program UPLAND ini bisa meningkatkan profitas. Artinya yang biasa panennya 5 ton per hektar untuk padi di dataran tinggi, dengan adanya program UPLAND ini bisa mencapai 6-7 ton per hektar.

“Juga bisa meningkatkan IP yang biasa tanam panen sekali, dengan adanya program UPLAND selain mendorong pada pertanian padi organik harapannya juga bisa tanam panen dua kali pertahun atau tiga kali pertahun,” tambahnya.

Sementara, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menilai kegiatan ini sangat baik terutama bagi Kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah sektor pertanian.

“Ini sangat memotivasi kami terutama juga memberikan semangat baru bagi para petani di Kabupaten Lebak Banten dalam meningkatkan produksi dan produktivitas terutama di pertaniannya,” kata Iti Octavia.

Iti Octavia melanjutkan, bukan hanya dari sektor tanaman pangan seperti padi dan yang lainnya, tapi ada hortikultura, proyek ini juga untuk pemenuhan sarana dan prasarana pertaniannya, sumber airnya, irigasi, pembangunan embung, alsintannya, kemudian mengupgrade masyarakat petani untuk bisa bersaing secara berkelanjutan dan modern.

“Dan saya sangat mengapresiasi ini kita berharap semoga menjadi titik awal pilot project kemandirian pangan di Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskannya, proyek UPLAND strateginya harus melibatkan stakeholder, untuk meminimalisir resiko, maka kapasitas seluruh stakeholder terus ditingkatkan di kabupaten. Baik pengetatan dalam pengawasan, dan yang terpenting mengupgrade seluruh ilmunya.

“Yang terpenting upgrade knowledge-nya kepada masyarakat petani kita. Bukan hanya petani petani yang sudah umurnya di atas tetapi bagaimana juga menggerakan para petani-petani milenial sehingga mau ikut bergerak membangun dari sektor pertanian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *