Saluran Irigasi Direhab, Luas Areal Tanam di Donggala Meningkat

oleh -45 views

SULAWESI TENGAH – Luas areal tanam di Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengalami peningkatan drastis. Hal ini terjadi setelah Kementerian Pertanian melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Kegiatan RJIT tersebut dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Tani Harapan Mekar di Desa Palamaki.

Sebelum direhabilitasi, luas layanan irigasi di tempat ini sekitar 50 hektare (Ha). Angka ini meningkat menjadi 80 Ha setelah Kementan melakukan RJIT.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh petani.

“Tujuan utama batuan ini adalah membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Hanya saja, kita juga berharap RJIT bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga sekitar,” tuturnya, Senin (14/12/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan RJIT adalah bagian dari kegiatan padat karya.

“RJIT bukan hanya memperbaiki atau merehabilitasi saluran irigasi yang rusak. Dengan RJIT itu, kita mencoba meningkatkan dan memaksimalkan fungsi RJIT yang sudah ada,” tuturnya.

Menurut Sarwo Edhy, kegiatan RJIT dilakukan di Desa Palamaki, Kecamatan Kulawi Selatan, Donggala, karena saluran irigasi yang ada awalnya masih berupa saluran tanah. Kondisi ini membuat distribusi air ke lahan sawah kurang lancar karena banyak mengalami kebocoran.

“Dengan kegiatan padat karya RJIT, saluran ini kita buat menjadi saluran permanen menggunakan konstruksi pasangan batu sesuai dengan keinginan anggota kelompok,” katanya.

Dengan RJIT, produktivitas yang sebelumnya hanya 4 ton/ha, diharapkan mengalami kenaikan menjadi 4,5 ton/ha, dengan intensitas pertanaman (IP) 200 atau 2 kali tanam dalam 1 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *