SL IPDMIP Bantu Petani di Poktan Saratuih Baniah

oleh -394 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//JAKARTA – Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Saratuih Baniah, di Nagari Tanjung Bonai Aur Selatan, mengikuti Sekolah Lapang (SL) ke III di Hamparan Kelompok Tani, 17 Juni 2020. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian.

Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator BPP Sumpur Kudus, bersama pemandu lapangan PP-WKPP Masrisal dan Petugas lapangan IPDMIP Rozi Edwar,SP.

Kelompok Tani ini merupakan salah satu kelompok tani berada pada wilayah DI Batang Sariau. Total ada enam kelompok tani di wilayah tersebut, yaitu Famili Saiyo, Aur Doto, Saratuih Baniah, Aliran Batang Sariau, Longgang, dan Tunas Mekar yang dibagi menjadi 2 paket poktan pelaksana SL, yaitu Poktan Saratuih Baniah dan Poktan Aliran Batang Sariau.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan produktivitas menjadi hal yang sangat penting saat ini.

“Tuntutan pertanian saat ini adalah meningkatkan produktivitas, meningkatkan hasil panen dengan losses yang seminimal mungkin,” tutur Mentan SYL, Rabu (01/07/2020).

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pengetahuan petani dan penyuluh harus terus ditingkatkan.

“Jika kita ingin pertanian menjadi lebih baik lagi, pengetahuan petani dan penyuluh pertanian harus terus ditingkatkan. Apalagi sekarang teknologi dan inovasi sudah banyak terjadi di pertanian. BPPSDMP juga menggelar berbagai pelatihan yang tetap berjalan selama Covid-19, caranya dengan menggelar pelatihan secara virtual,” tuturnya.

Dijelaskan Dedi Nursyamsi, salah satu kegiatan yang bisa diikuti adalah Sekolah Lapang Integrated Participatory Development Management Irrigation Project (IPDMIP). kegiatan ini berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dalam pengelolaan irigasi kerjasama dengan ADB dan IFAD.

Sekolah Lapang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah di daerah DI. Khususnya, di Poktan Saratuih Baniah dan poktan lainnya wilayah DI di Kecamatan Sumpur Kudus. Hal ini ditandai juga dengan meningkatnya partisipasi, kebersamaan, perubahan pengetahuan, perubahan keterampilan dan sikap petani dalam mengelola usahanya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola kelembagaan dengan menata sistem irigasi mandiri dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani.

Pada SL yang ke III, materi yang disampaikan adalah ‘Pemupukan Berimbang Padi Sawah’ dengan pemateri Yusuf S.PKP, Koordinator BPP Sumpur Kudus, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang.

“Metoda pembelajaran SL yaitu perpaduan antara teori dan praktek, petani didorong lebih aktif dan partisipatif, belajar mengamati dan pengalaman lapangan,” kata Yusuf.(YSF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *