SL IPDMIP Disambut Petani di Desa Blang Awe Aceh Timur

oleh -67 views
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

SUARAJATIM.CO.ID//ACEH – Kegiatan Sekolah Lapang proyek IPDMIP telah dilaksanakan di Desa Blang Awe, Kecamatan Madat, Aceh Timur, 15 Oktober 2020. Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 peserta yang merupakan anggota dari kelompok tani di desa tersebut. Materi yang disampaikan adalah Persiapan Benih dan Seleksi Benih Menggunakan Air Garam.

Dengan kegiatan ini, Desa Awe diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan pangan dengan meningkatkan produktivitas.

Desa Blang Awe, Kecamatan Madat, merupakan salah satu Desa yang ada di Kabupaten Aceh Timur. Jaraknya lebih kurang 60 km dari ibu kota kabupaten, dan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Utara. Kehidupan masyarakatnya sebagian besar adalah petani sawah dan petani palawija seperti jagung.

Desa Blang Awe masuk ke dalam Wilayah Daerah Irigasi Jamboe Aye yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kegiatan SL IPDMIP akan memberikan banyak pengetahuan kepada petani.

“Kita berharap petani bisa menyerap banyak ilmu dari kegiatan Sekolah Lapang IPDMIP. Harapannya agar petani mendapatkan banyak pengetahuan yang bisa diterapkan dalam pertanian. Sehingga produksi bukan hanya meningkat, tetapi juga berkualitas,” katanya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi.

“Salah satu tujuan dari IPDMIP adalah meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya yang berada di sekitar daerah irigasi. Ujung-ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Pelatihan SL1 IPDMIP di Desa Blang Awe juga dihadiri oleh Kabid Penyuluhan Kab Aceh Timur, yang juga DPI kegiatan IPDMIP, Amin Bania. Dalam arahannya, Amin meminta kepada peserta pelatihan untuk memperhatikan materi yang disampaikan oleh penyuluh.

“Sehingga, dapat diterapkan di lapangan dan membawa manfaat bagi petani,” katanya.

Dalam kegiatan ini, dilakukan juga praktik melakukan seleksi Benih menggunakan air garam, yang merupakan hal baru bagi petani.

Menurut Ketua Kelompok Tani Awe Meusua, Sobri, Kegiatan SL 1 sangat bermanfaat bagi petani.

“Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya pada saat ini saja akan tetapi menjadi suatu agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Sehingga ilmu dan pengetahuan petani bertambah,” harapnya.

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh petani di Desa Blang Awe dan Kecamatan Madat, adalah minimnya Penyuluh Pertanian. Dengan area persawahan lebih kurang 2.181 Ha dan 26 Desa, petani hanya didamping 4 orang penyuluh.

Menurut Koordinator BPP Madat, Rusli, idealnya penyuluh di kecamatan Madat adalah 7 orang.

“Ada kekurangan penyuluh sebanyak 3 orang, akan tetapi dengan minimnya tenaga serta keterbatasan penyuluh Kami tetap berusaha untuk tetap mendampingi para petani di wilayah kecamatan kami ini,” ujar Rusli. (Zul/PF/EZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *